
Wafa Kasubbag BPS Kabupaten Jombang
JOMBANG | duta.co – Dampak ekonomi Jombang Fest 2026 terhadap masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jombang hingga kini belum terukur. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang masih menunggu data dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang sebelum melakukan analisis mengenai perputaran uang dan manfaat ekonomi dari perhelatan tersebut.
Kondisi ini membuat besarnya kontribusi Jombang Fest 2026 terhadap perekonomian rakyat belum bisa dipastikan. Di tengah kemeriahan perayaan hari jadi Kabupaten Jombang, publik masih menunggu jawaban berbasis data: seberapa besar perputaran uang yang terjadi, dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan UMKM serta masyarakat lokal.
“Ya, kemarin kami dimintai tolong oleh Pemkab Jombang untuk menganalisis dampak ekonomi kepada masyarakat dari acara Jombang Fest,” kata Wafa, Kasubbag BPS Kabupaten Jombang, saat ditemui di kantornya di Jalan Airlangga Nomor 46A, Desa Jelakombo, Kecamatan Jombang, Selasa (27/10).
Wafa mengungkapkan, BPS Jombang belum dapat melakukan analisis karena data yang dibutuhkan dari Pemkab belum diterima. “Mungkin bulan depan baru masuk data dari Pemkab. Dari situ kami baru bisa melakukan analisis. Kami sudah memberikan format data apa saja yang harus disiapkan dan dikirim,” ujarnya.
Menurut Wafa, setelah data diterima, bagian ekonomi akan melakukan analisis secara menyeluruh untuk mengetahui dampak ekonomi penyelenggaraan Jombang Fest 2026.
“Kita belum bisa menyimpulkan atau menganalisis karena datanya belum dikirim,” tegasnya.
Seperti berita sebelumnya, Tak cukup hanya meriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang ingin memastikan Jombang Fest 2026 benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat. Untuk mengukur perputaran uang dan dampaknya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pemkab Jombang menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang.
Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi perayaan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang. Pemerintah daerah ingin mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat ekonomi, terutama bagi pedagang, pelaku UMKM, dan sektor usaha lain yang terlibat.
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang, Syaiful Anwar, mengatakan pengumpulan dan analisis data akan dilakukan bersama BPS setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“ Satu minggu setelah acara selesai, akan kami input data dan kami analisis bersama BPS terkait dampak peningkatan ekonominya,” kata Syaiful Anwar kepada duta.co, Selasa (20/10).
Dampak Jombang Fest terhadap UMKM Menunggu Pembuktian
Belum adanya data yang diterima BPS membuat dampak ekonomi Jombang Fest 2026 belum dapat dinilai secara objektif. Padahal, keberhasilan sebuah festival daerah tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara, jumlah pengunjung, atau padatnya aktivitas di lokasi kegiatan.
Aspek yang tak kalah penting adalah manfaat ekonomi yang diterima masyarakat, terutama pedagang kecil dan UMKM lokal. Apakah omzet mereka meningkat? Berapa nilai transaksi yang tercipta selama acara? Seberapa besar pelaku usaha lokal terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan itu membutuhkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar perkiraan atau klaim keberhasilan penyelenggaraan.
Analisis BPS diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai perputaran uang, aktivitas usaha, serta kontribusi Jombang Fest terhadap ekonomi lokal. Hasilnya juga penting sebagai bahan evaluasi Pemkab Jombang dalam merancang kegiatan serupa pada masa mendatang. (din)







































