Ramai, acara maulid nabi Muhammad SAW dengan menggelar pawai damar kurung  (ft.duta.co.agus)
GRESIK | duta.co – Nilai – nilai agamis mewarnai Pawai Damar Kurung di sepanjang jalan Usman Sadar Kecamatan Gresik, Sabtu malam (13/1). Banyak nilai-nilai keagamaan ditampilkan dalam bentuk Damar Kurung. Perayaan Damar Kurung ke-54 yang diadakan Pesantren Al-Hasyimiyah Karang Anyar, Kelurahan Karang Turi, Gresik dalam rangka Maulidurasul Muhammad SAW.
Ketua panitia Ahmad Jakfar mengatakan bentuk-bentuk Damar Kurung yang beraneka ragam sarat akan nilai-nilai keagamaan dan keberagaman. Mulai Damar Kurung yang berbentuk bintang, bulan sabit hingga kotak. Damar Kurung sendiri merupakan seni yang menjadi icon kota Gresik.
“Damar Kurung berbentuk bintang yang 5 merupakan simbol dari rukun Islam. Bentuk bintang 6 merupakan simbol dari rukun iman. Damar Kurung berbentuk kotak merupakan simbol sahabat nabi. Sedangkan warna kertas merah, hijau, kuning, putih bentuk keragaman masyarakat,” terang Ahmad Jakfar disela sela acara.
Perayaan Damar Kurung di Karang Anyar ini dimulai pada 18 Rabiul Awal 1386 H atau 1 Juli 1966. Saat itu, KH. Nur Hasyim, pendiri Pesantren Al-Hasyimiyah memperingati Maulid sekaligus mengadakan ujian bagi santrinya. KH. Nur Hasyim sendiri wafat pada tanggal 26 Desember 1994.
Perayaan Damar Kurung ke-54 berlangsung sangat meriah. Tahun ini ada 550 peserta yang mendaftar untuk berpartisipasi dalam acara tahunan ini. Selain itu ada 40 becak hias. Ratusan damar kurung juga dipasang di sepanjang gang menuju Pondok Pesantren Hasyimiyah.
“Tahun ini ada 500 peserta yang mendaftar, itu belum termasuk orang tua yang ikut mengantar dan berkeliling. Kampung-kampung di sini juga masing-masing mengeluarkan maskot untuk acara,” pungkasnya. (gus/sal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.