PREMIER-Aktor Michael Kho pemeran Shidokan yang berperan sebagai seorang Tentara Jepang didalam Film Perburuan berselfie dengan para penggemar saat Premier Film Perburuan dan Bumi Manusia di Mall Surabaya Town Square (SUTOS) Surabaya, Jumat (09/08/2019). (duta.co/wiwik)

SURABAYA | duta.co -Dua film yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, Perburuan dan Bumi Manusia, akhir pekan lalu rilis bersama di XXI Surabaya Town Square (Sutos) . Dalam acara tersebut, salah satu aktor pendukung, yaitu Michael Kho, berbagi pengalamannya selama syuting film yang disutradarai oleh Richard Oh tersebut.

Aktor yang memenangan penghargaan tingkat Asia sebagai Best Supporting Actor in Asian Academy Creative Awards (AAA) di tahun 2018 silam itu, memerankan tokoh Shidokan, seorang tentara Jepang yang memburu Hardo.

“Untuk peran ini saya lakukan riset pakai buku Encyclopedia of Indonesia in the Pacific War karya Peter Post untuk memahami pola pola operasi mereka, dan juga dari buku The Rape of Nanking dan dokumenter tentang ini buat sedikit lebih mengerti tentang apa saja yang mereka lakukan, dan tentunya diskusi banyak dengan pak Richard buat memahami apa yang dia inginkan,” kata Michael yang selama di Sutos, banyak penonton yang berburu untuk foto bersama.

Setelah riset dan melakukan komunikasi dengan sang sutradara,  Michael mulai  menenggelamkan diri untuk bertransformasi menjadi Shidokan. Aktor kelahiran Jakarta, 14 Maret yang memiliki sabuk cokelat seni beladiri Brazilian Jiu – Jitsu ini mengaku memiliki pengalaman yang tidak terlupakan selama syuting. Yaitu saat adegan tentara Jepang melakukan pemukulan kepada para tawanan, yang pemainnya rata-rata lebih tua usianya dibanding dirinya.

“Berkali-kali saya minta maaf. Kerena mereka kan pemain senior-senior. Tapi mereka ternyata oke-oke saja,” cerita Michael.

Dalam film Perburuan, Michael Kho mengaku pertemuannya dengan Richard Oh sebagai pertemuan yang diatur oleh Tuhan, karena awalnya Michael Kho datang ke Reading Room untuk membicarakan tesisnya sambil mencari – cari buku.

Setibanya disana Richard Oh memberikan kontak casting director dan langsung meminta Michael Kho untuk  audisi film yang sedang digarapnya yaitu Perburuan. Mengaku terkejut, Michael Kho akhirnya menghubungi casting directornya dan melakukan proses audisi menjadi Shidokan, dan ternyata dia lolos.

Bagi Michael, film Perburuhan ini cukup memberi pelajaran berarti bagi masyarakat. Setiap cerita menggambarkan betapa beratnya sebuah perjuangan untuk lepas dari penindasan para penjajah.

“Kemerdekaan itu saya rasa harganya sangat mahal. Menonton film ini mengingatkan saya kembali, bahwa merdeka itu butuh perjuangan sangat bebas walaupun hanya merdeka dalam berfikir,” ungkapnya.

Memiliki sabuk cokelat seni beladiri Brazilian Jiu – Jitsu, mengantarkannya sebagai wakil Indonesia dalam ajang penghargaan International tersebut. Dia harus bersaing dengan aktor mancanegara yang mewakili negara-negara di Asia Pasifik – Australia. Sistem penjurian yang dilakukanpun sangat ketat, mulai dari skala nasional hingga skala regional yang dilakukan untuk asia pacific oleh lebih dari 100 juri.

Kedisiplinannya dalam seni beladiri Brazilian Jiu-Jitsu juga pernah mengantarnya menjadi stunt fighter untuk film The Raid 2, bahkan menjadi seorang psikopat yang sangat mengerikan di film ISENG.

Michael Kho pun pernah menjadi seorang pria kemayu bernama Arik di film Kenapa Harus Bule? Dimana dia mendapatkan penghargaan Best Supporting Actor in Asian Academy Awards (AAA) tersebut.  Komitmennya pada seni peran pun ditunjuki dengan upayanya dalam mengikuti beberapa pelatihan akting dan workshop penulisan naskah.

Sutradara film Perburuan, Richard Oh , menjelaskan, karya perburuan adalah sebuah kolaborasi dengan banyak orang. Pihaknya bekerja dengan sepenih hati, dengan dedikasi yang sangat tinggi untuk karya seorang Pramoedya Ananta Toer.

“Kami ingin setelah ini, selain menonton filmnya, temen-teman yang lainnya akan terpicu untuk membaca juga karya-karyanya,” kata Richard. (wik)

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry