MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) mengupas Kepemimpinan Transformasional di Era Digital. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM), yang menghadirkan General Manager Ciputra Group. Diikuti 900 mahasiswa angkatan 2020 dari Program Studi Manajemen, Akuntansi juga Perbankan Syariah.

Nur Diana SE MSi selaku Dekan FEB Unisma menyampaikan, sejalan dengan visi misi Fakultas, yaitu menciptakan SDM yang handal dan berjiwa leadership. Maka diperlukan serangkaian program bagi mahasiswa agar saat lulus nanti menjadi Leader-Leader yang unggul dalam mendukung Indonesia maju. Menjembatani hal tersebut Fakultas ini menyiapkan serangkaian program melalui kegiatan LKMM.

“FEB Unisma berkeyakinan bahwa dengan program pelatihan ini akan mampu menciptakan calon pemimpin berintegritas di negara ini,” tutur Dekan yang dikenal inovatif ini.

Lebih lanjut Diana menyampaikan bahwa pemimpin itu harus mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan lingkungan. Seperti saat ini kita serbuan masif era disrupsi dan teknologi di sisi lain juga menghadapi era pandemic sehingga telah mengubah lanskap berbagai bisnis model. Maka hal ini menuntut para pemimpin untuk lebih waspada dan segera melakukan transformasi agar survive dan tumbuh berkelanjutan di era digital.

“Orang yang cepat adaptif serta memliki keberanian terhadap perubahan, leadershipnya akan sukses,” ujarnya.

Menurutnya LKMM yang dikemas dalam rangkaian Ledership & Management Series ini sangat komplit menunya dengan tema yang cocok dengan kondisi saat ini. Diana berharap LKMM sebagai manifestasi upaya pendidikan karakter bagi mahasiswa demi terwujudnya SDM unggul guna mendukung Indonesia maju yang mampu memanfaatkan teknologi dengan baik. Sehingga pribadi yg berkualitas didorong oleh bekal pendidikan yang baik, mengasah talenta yang positif, mengikuti kelompok profesi, penguatan komunikasi dengan dukungan bahasa, IT dan relasi yang konstruktif.

Edwin H Wardana selaku narasumber menyampaikan dalam paparannya gaya kepemimpinan di era digital itu lebih kontekstual dari pada sentral maupun upaya-upaya untuk membangun kultur individu. Dia menegaskan kepemimpinan itu ditulis oleh sistem bukan oleh orang per orang. Untuk merespon berbagai tantangan itu tentu dibutuhkan pemimpin yang transformatif (digital leader) yang mampu mengikuti perubahan zaman, dengan beberapa kriteria/gaya kepemimpinan.

Di antaranya, Strategic dan Disruptive, Bold, Courageous dan Hungry, Customer Obsessed, Drive the Digital Conversation, Global Mindset hingga mampu Empowering dan Inspiring.

Lebih Lanjut narasumber yang seringkali mendapatkan penghargaan dalam ajang Indonesian property award maupun Golden Property Award ini menyampaikan bahwa Digitalisasi memerankan peran penting dalam perubahan bisnis iklim bisnis akhir-akhir ini.

Perusahaan di era dulu yang mampu bertahan hanya dengan kekuatan modal. Namun, perusahaan saat ini justru mengandalkan Big Data, membuat aplikasi dan membentuk ekosistem.

“Leadership yang berhasil di era ini dituntut lebih peka mengadaptasi perubahan zaman. Maka strategi yang diterapkan pun harus mengikuti alur yang sesuai untuk diterapkan di zaman tech fever (demam teknologi) ini,” ujarnya.

Menurutnya ada tiga hal yang harus dilakukan leader dalam mendorong inovasi diantaranya mendefinisikan kunci utama inovasi, pahami bagaimana kegiatan inovasi, kembangkan apa yang dibutuhkan untuk berpikir inovatif.

Paparan narasumber yang sangat menarik ini tidak terasa membius peserta selama 2,5 jam lebih dengan dikemas pemberian kuis berbasis digital yang bertaburan Giveaway. Banyak peserta LKMM yang memberikan apresiasi yang tinggi sebagaimana halnya Maulidya mengatakan materi sangat menarik, interkatif dengan banyaknya kuis atau game selama pelatihan yang berbasis digital berkaitan dengan materi sehingga mudah memahaminya. begitu pula Fitri.

“Ini webinar yang paling menarik dengan narasumber handal, penyampaian materi yang luar biasa bisa dicerna dengan mudah karena kita digiriing melalui kuis interaktif,” ungkap Fitri. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry