TEKHNOLOGI : Karya Suharsono saat dipamerkan Kediri Creative Exhibition di Halaman Balai Kota Kediri (Nanang Priyo)

KEDIRI | dut.co — Pada salah satu stand UMKM dalam gelaran Kediri Creative Exhibition di Halaman Balai Kota Kediri, ditutup Minggu malam (09/09/2018). Terlihat sejumlah pengunjung memenuhi stand milik Yayasan Omah Panji. Memadukan tekhnik pijet tradisional merupakan ilmu turun menurun, dipadukan dengan tekhnologi sauna herbal dan penambahan oksigen.

“Badan terasa enteng, nyaman saat proses berlangsung dan sekarang sangat bugar,” jelas salah satu ibu, sesaat keluar dari peralatan Pijet Oksigen Satiyem. Kenapa ada nama Satiyem, diterangkan Suharsono, penggagas peralatan ini, warga Jl. Tangsari RT. 03 RW. 02 Kelurahan Lirboyo ternyata diambil dari nama neneknya, semasa hidupnya memiliki keahlian dalam memijat.

Ilmu ini kemudian dikembangkan oleh Suharsono, berawal membuka praktek pijet manual, kemudian memiliki ide membuat peralatan yang lebih modern dan praktis. “Alat ini perpaduan dari produk luar negeri, ini merupakan penyempurnaan. Pemanasannya tidak menggunakan elemen bertenaga listrik, namun di sisi lain diprioritaskan pada sauna herbal,” terangnya.

Menyebut sauna herbal, dijelaskannya menggunakan racikan rempah – rempah yang semua didapatkan di sekitar tempat tinggalnya. Bahwa ini menunjukkan bahwa Kediri memiliki kekayaan alam yang bisa bermanfaat untuk pengobatan. Berapa tarif yang dipasang, Suharsono pun menegaskan bahwa peralatan menghabiskan modal Rp. 35 juta ini, tidak dipunggut biaya sepeserpun.

“Sebetulnya ini baru pertama kali saya harus memasang tarif pada pameran ini. Karena tujuan awal, ingin membantu orang melalui Yayasan Omah Panji. Seiklasnya sesuai amanah diberikan keluarga kami. Banyak pasien yang menderita tertentu seperti asam urat, kolesterol, darah tinggi, diabetes hingga kelainan pada punggung merasa lebih nyaman,” jelasnya. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.