SURABAYA I duta.co – Keseriusan Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengabdi untuk kota kelahirannya tak bisa diragukan lagi. Machfud Arifin bersama mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memanfaatkan weekend berkeliling Kota Surabaya untuk melihat kondisi riel kota pahlawan, Minggu (28/6) pagi.

Machfud Arifin dan Dahlan Iskan memulai pagi dengan senam sehat ala Dahlan Iskan di halaman Graha Pena Surabaya. Kemudian dilanjutkan dengan berkeliling Surabaya menyusuri sudut kota dan perkampungan untuk mengamati dengan detail perkembangan pembangunan. Sasaran pertama adalah Surabaya Timur. Di sana, dua tokoh berpengaruh ini menyapa warga yang sedang senam.

Dahlan Iskan mengaku kagum dengan pengetahuan, gagasan, dan solusi yang dipersiapkan oleh Machfud Arifin untuk pembangunan surabaya kedepan. Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh masyarakat Surabaya untuk memilih dan menjadikan Machfud Arifin Wali Kota Surabaya.

“Saya meminta, bahkan merayu-rayu beliau (Machfud Arifin) untuk maju wali kota Surabaya karena kota ini butuh sosok pemimpin hebat untuk menjadikan Surabaya lebih maju, dan sosok itu adalah Machfud Arifin, untuk itu saya mengajak semua warga Surabaya untuk menjadikan Machfud Arifin Wali Kota Surabaya,” ujarnya.

Dahlan memastikan, dari keliling mengitari Surabaya, Machfud Arifin sudah tahu apa yang kurang dan perlu diperbaiki. Dengan kampung kumuh di Keputran, Machfud sudah punya konsep. Demikian pula dengan kawasan religi ampel, Machfud sudah bisa mengevaluasi ke depan dibuat seperti apa.

“Pak Machfud sangat care dengan kondisi yang memprihatinkan, bahkan tahu ke depan harus dijadikan seperti apa yang itu memberikan manfaat untuk masyarakat Surabaya,” katanya.

Di Pasar Tunjungan, Dahlan mengatakan, Machfud Arifin tahu daerah ini termasuk segi tiga emas yang paling mahal di Surabaya. Pasar Tunjungan yang saat ini tidak layak perlu mendapat sentuhan.

“Saya yakin beliau tahu apa yang harus diperbuat, yang jelas Surabaya maju rakyatnya senang. Saya lihat konsepnya, saya percaya semuanya, pasar Tunjungan mau diapakan tadi pak Machfud sudah cerita dan bagus,” tukasnya.

Sementara itu Mantan Kapolda Jawa Timur ini mengaku ingin melihat Surabaya dari pinggiran kota. Mulai dari drainase yang lebarnya tidak sama di kawasan MERR (middle east ring road), Jembatan Surabaya di Kenjeran yang saat ini sudah ditutup tidak bisa dilewati, hingga Sentra Ikan Bulan (SIB).

“Saya juga ke kawasan wisata religi ampel yang di sana dibangun sentra PKL di atas sungai, tadi juga lihat Jembatan Surabaya yang ada air mancur joget tapi ngak bisa masuk karena dipalang,” ungkapnya.

Dari pinggiran, Machfud dan Dahlan bergerak ke kawasan tengah kota. Di sana dua tokoh yang sama-sama gemar berolahraga ini mengamati perkampungan padat penduduk di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, dilanjutkan ke pasar legendaris, Pasar Tunjungan, yang saat ini mati suri.

“Ke depan harus ada sentuhan lebih baik lagi. Kita diskusi banyak ke depan mau dibuat apa, termasuk Pasar Tunjungan yang mangkrak bertahun-tahun,” terangnya. (azi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry