
SURABAYA | duta.co – CV Sapta Bona Artha, perusahaan di balik merek teh Rico, hari ini Senin (16/6/2025), secara resmi mengembalikan seluruh dokumen ijazah milik pegawai baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak bekerja lagi.
Langkah ini merupakan wujud konkret dari komitmen perusahaan terhadap profesionalisme, keadilan, serta kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan.
Sebelumnya, CV Sapta Bona Artha menyimpan ijazah para pegawai sebagai bagian dari arsip administrasi. Kini, semua dokumen tersebut dikembalikan tanpa syarat, sebagai langkah hormat terhadap hak pribadi setiap individu.
“Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah evaluatif dan korektif yang tengah dijalankan oleh manajemen perusahaan guna menyempurnakan tata kelola internal,” ujar Cindy Tri Wijayanti, Human Resource Development (HRD) CV Sapta Bona Artha.
Cindy menjelaskan, bahwa keberhasilan perusahaan tak hanya dinilai dari kinerja bisnis, tetapi juga dari bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya secara adil, manusiawi, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Ijazah merupakan dokumen pribadi yang melekat pada identitas seseorang. Menahan dokumen tersebut dalam konteks hubungan kerja bertentangan dengan prinsip etika dan hukum ketenagakerjaan.
Oleh karena itu, CV Sapta Bona Artha secara tegas menyatakan bahwa seluruh ijazah telah dan akan diserahkan kembali kepada masing-masing pemiliknya,” tegas Cindy.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini didasari oleh tiga landasan utama. Setiap pegawai berhak memiliki dan menjaga dokumen pribadinya. CV Sapta Bona Artha meyakini bahwa hubungan kerja yang sehat dibangun atas dasar kepercayaan, bukan tekanan administratif seperti penahanan dokumen.
Langkah ini selaras dengan KUH Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003) dan Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan Nomor M/5/HK.04.00/V/2025, yang melarang perusahaan menahan ijazah atau dokumen pribadi milik pegawai.Pengembalian dokumen menjadi bagian dari strategi transformasi internal, termasuk evaluasi kebijakan HR, pembaruan prosedur kerja, dan penataan sistem manajerial agar semakin transparan, akuntabel, dan berlandaskan nilai-nilai hukum serta kemanusiaan.
Cindy pun menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan komunikasi dari berbagai pihak, serta permohonan maaf apabila kebijakan sebelumnya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip hukum dan keadilan. Ia menegaskan bahwa melalui langkah ini, perusahaan berkomitmen untuk terus berkembang sebagai entitas yang menghormati hak individu, menjunjung etika, dan profesionalisme.
CV Sapta Bona Artha berharap tindakan ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk membangun sistem kerja yang lebih manusiawi, legal, dan berkelanjutan. Perusahaan yakin bahwa kepatuhan terhadap hukum justru menjadi fondasi kokoh bagi reputasi dan kelangsungan usaha jangka panjang. (gal)





































