
KEDIRI|duta.co-Imam Wihdan Zarkasyi, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri menggandeng Dinas Perhubungan Jumat sore (27/2/2026) melakukan dialog bersama pengemudi ojek online (ojol) yang dikemas dalam program ” Sosialisasi Produk Hukum” . Kegiatan ini berlangsung di gedung uji kir Dinas Perhubungan Kota Kediri.
Setidaknya, ada 200 ojek online (ojol) se-Kota Kediri, mengikuti Sosialisasi produk hukum lalu lintas. Kegiatan ini untuk memberikan edukasi sekaligus pembinaan kepada para ojol baik laki-laki maupun perempuan agar selalu tertib berlalu lintas di jalan.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, mengatakan, peran ojol sangat membantu dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu pemerintah memiliki kewajiban dan tanggungjawab untuk mengayomi membina mereka agar tercipta situasi yang positif tidak ada pertentangan
” Sosialisasi Produk Hukum (SPH), merupakan kewajiban kami untuk menyapa masyarakat. Tujuanya, ini memberikan edukasi perihal berlalu lintas dan segala hal yang berkenaan dengan lingkup di Dinas Perhubungan” kata Pak Lek Imam, sapaan akrab Politisi Partai Golkar ini.
Pak Lek Imam, menyebut, para Ojol juga memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mengawal ketertiban dalam berlalu lintas. Karena, keseharian mereka berkutat di jalanan dan menjadi sorotan khalayak.
” Kami berharap, para Ojol mampu memberikan efek positif bagi masyarakat. Utamanya, dalam berlalu lintas di jalan raya ” ucapnya
Hadir pula sebagai Nara sumber, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto. Materi yang disampaikan berkutat aturan berkendara dan etika berlalu lintas. Menurutnya, materi ini sangat penting untuk disampaikan menanggapi keresahan masyarakat terkait perilaku berkendara di jalan raya, seperti parkir sembarangan atau aksi saling mendahului yang dianggap membahayakan.
” Keeselamatan bukan hanya milik pribadi, tapi juga berdampak pada pengguna jalan lain dan penumpang” kata Arief Cholisudin
Pantauan duta.co di lokasi, usai diberikan pemahaman dan edukasi, para ojol diberi kesempatan untuk bertanya secara langsung tentang persoalan yang dihadapi saat bekerja di jalan raya .
Mayoritaa materi pertanyaan yang diajukan, berkutat tentang kondisi jalan rusak di jalan Imam Bonjol dan lampu penerangan yang dinilai menyilaukan pengendara serta bantuan sosial khusus bagi para ojol. Utamanya, para ojol perempuan yang menginginkan bantuan sepeda motor listrik.
” Baru- baru ini khan ada bantuan becak listrik, alangkah bagusnya bagi kami para perempuan juga diberikan bantuan sepeda motor listrik. Acuanya, kami para wanita membantu keluarga dalam menopang kebutuhan sehari-hari hari” ucap Narsih salah satu ojol perempuan.
Menjawab pertanyaan itu, Pak Lek Imam berjanji akan menyampaikan ke pihak terkait. Begitu pula, pertanyaan dan masukan dari para ojol lainya juga menjadi referensi untuk disampaikan kepada yang berwenang.
Disamping itu, kegiatan ini juga menjadi memontum penting terjalin nya komunikasi dua arah baik dari teman ojol, dewan mau pun dari Pemerintah. (bud)








































