
LAMONGAN | duta.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya mitigasi banjir. Ini menyusul meningkatnya curah hujan pada Januari 2026 yang tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang musim hujan. Ini terungkap saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberi bantuan korban terdampak banjir di Desa Laladan, Kec. Deket, Kab Lamongan, Sabtu (10/1/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, berdasarkan data BMKG Juanda, intensitas hujan pada Januari mengalami lonjakan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. “Puncaknya di bulan Januari ini,” katanya.
Gubernur Khofifah yang saat itu didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga
menyebutkan, pada Desember curah hujan hanya berkisar 20 persen. Sementara pada Januari meningkat tajam hingga 58 persen. Adapun pada Februari mendatang diperkirakan kembali menurun ke angka 22 persen.
“Kondisi ini tentu meningkatkan potensi banjir di berbagai wilayah Jawa Timur, terutama di kawasan aliran Sungai Bengawan Jero yang bermuara sampai ke Kabupaten Gresik,” ujar Khofifah.
Mengantisipasi dampak tersebut, Pemprov Jatim tidak hanya melakukan modifikasi cuaca, tetapi juga menyiapkan langkah teknis berupa normalisasi kanal sungai hingga ke wilayah muara laut. Rencana normalisasi tersebut akan mencakup jalur sepanjang sekitar sembilan kilometer dan dilaksanakan melalui koordinasi lintas daerah bersama Pemerintah Kabupaten Gresik.
Menurut Khofifah, kerja sama ini menjadi penting karena jalur kanal akan melewati kawasan pinggiran Jipeng yang berpotensi terdampak limpasan air. Oleh sebab itu, komunikasi intensif terus dilakukan guna meminimalkan risiko banjir di wilayah sekitar.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pemkab Gresik agar pengendalian aliran air bisa berjalan optimal dan tidak menimbulkan dampak baru,” jelasnya.
Sebagai langkah sementara, dilakukan pula penutupan pintu air Kuro oleh pemerintah daerah setempat. Di lokasi tersebut terdapat enam pintu air dengan kapasitas total mencapai 840 liter per detik. Namun, pengoperasian pintu air dilakukan secara bertahap karena banyaknya anak sungai yang bermuara di jalur tersebut.
“Pengaturan pintu air harus menyesuaikan kondisi hujan. Jika dibuka seluruhnya, aliran dari anak sungai akan terkonsentrasi di satu titik. Saat hujan mulai berkurang, genangan air diharapkan bisa berangsur surut,” terangnya.
Khofifah menekankan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan.
“Kita tidak bisa menghindari kondisi alam, tetapi dengan kesiapsiagaan dan kolaborasi, risiko dan dampaknya dapat kita tekan,” pungkasnya.
Sementara Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak masyarakatnya untuk bersabar dalam menghadapi kondisi banjir ini.
“Semoga kondisi ini membawa berkah. Setelah airnya surut nanti semoga ikannya cepat besar dan padinya nantinya juga sangat baik,” harapnya. dam







































