SURABAYA | duta.co – Seluruh Penyuluh Agama (PA) Islam di Kementerian Agama Surabaya – baik yang berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) – mendapat  briefing khusus dari Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim, SAg, MSy.

“Awal pekan (Senin 19 Mei 2025), kita mendapat penjelasan dan penerangan ringkas, terkait tugas utama sebagai Penyuluh Agama (PA). Sebagi penyuluh kita selalu berhadapan dengan umat di lapangan. Percepatan teknologi dan kesibukan umat harus menjadi perhatian,” demikian disampaikan seorang penyuluh agama kepada duta.co, Selasa (20/5/25).

Kemarin, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, puluhan PA itu berkumpul dan mendengarkan (langsung) pembinaan serta arahan dari Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Muhammad Muslim.

Dalam arahannya, Muslim mengingatkan kembali tugas dan fungsi Penyuluh Agama, yang merupakan ujung tombak dari Kementerian Agama untuk menjangkau masyarakat.

“Penyuluh Agama harus menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana seharusnya. Kebutuhan administratif di kantor tentu boleh dilakukan, namun tetap harus mengutamakan tugas utama sebagai penyuluh,” demikian pesan pentingnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Pelatihan Cara Cepat Terjemah Al-Quran 8 Menit dengan Metode Mumtaz, yang disampaikan oleh Moch. Saroni, penyuluh agama dari KUA Kec. Asemrowo, perwakilan Penyuluh Award Nasional 2025 dari Kota Surabaya dan Jawa Timur untuk bidang Peningkatan Literasi Al-Qur’an.

Metode Mumtaz juga menjadi perhatian PA untuk menanamkan bekal keilmuan seputar Alquran kepada masyarakat luas. “Dalam perkembangannya, metode terjemah Alquran juga mengalami percepatan. Selaku Penyuluh Agama kita membawa Metode Mumtaz ini demi percepatan pemahaman terhadap isi Alquran,” pungkas salah seorang penyuluh agama. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry