Bupati Pamekasan Baddrut Taman bersama pimpinan asosiasi melakukan penanaman bibit tembakau di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (18/6/2022). DUTA/ist

PAMEKASAN | duta.co – Produksi tembakau tahun ini diprediksi mengalami penurunan. Hal itu karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan musim panas mengalami kemunduran.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Suseno mengatakan produksi tembakau tahun ini diperkirakan hanya di kisaran 160 ribu ton.

“Turun dari produksi tahun-tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 180 ribu ton hingga 200 riibu ton,” kata Suseno di sela acara Tanam Raya Tembakau 2022 di Desa Samatan, Kecanatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (18/6/2022).

Tahun ini kata Suseno, mengalami musim kemarau basah sehingga petani juga tidak berani untuk menanam tembakau dalam jumlah besar terutama di sentra-sentra penghasil salah satunya Pamekasan.

“Di daerah sentra produksi tembakau masih mengalami hujan yang cukup lumayan sering. Padahal tembakau itu harus benar-benar kondisi cuaca panas,” tambahnya.

Padahal, seperti diketahui produksi tembakau nasional 60 persen dipasok dari Jawa Timur. Dan 60 persen produksi Jawa Timur dipasok dari Pulau Madura dan 60 persen produksi tembakau Pulau Madura berasal dari Kabupaten Pamekasan.

“Jadi 36 persen suplai tembakau nasional itu dari Pamekasan. Kalau di Pamekasan goncang, jelas nasional akan goncang. Kalau Pamekasan mogok tanam maka pabrik rokok di Indonesia tidak akan berproduksi,” tandasnya.

Karenanya di musim tanam ini, beberapa pihak memfokuskan Tanam Raya Tembakau 2022 di Pamekasan. Hal itu untuk memberikan motivasi dan dorongan bagi petani tembakau agar terus menanam walau kondisi tidak mendukung.

“Selain cuaca, regulasi pemerintah juga sangat tidak berpihak pada petani. Apalagi ada desakan-desakan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan produksi hasil tembakau,” tandas Suseno.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang ikut hadir dalam Tanam Raya Tembakau 2022 ini menyadari tembakau menjadi komoditas unggulan di daerahnya. Dikatakannya, tembakau bukan sekadar masalah bisnis tapi masalah budaya, sosial, tradisi dan kehidupan.

Karenanya, Pemkab Pamekasan memperkuat kolaborasi di antara tiga komponen yakni pemerintah, petani dan pabrikan agar semakin baik dalam hal manajemen, penanaman dan harga. “Jika tiga hal itu terlaksana dengan baik maka semua akan bahagia,” kata Baddrut.

Selain itu kata Baddrut, pihaknya mendorong kebersamaan menuju kesejahteraan. Kemittaan untuk penyediaan pupuk juga sangat penting. Diharapkan pupuk bisa diproduksi sendiri secara mandiri di mana pemerintah akan memberikan pinjaman tanpa modal untuk pembelian alat produksi pupuk.

Seperti diketahui, pupuk untuk tembakau ini adalah organik yang biasanya diproduksi sendiri oleh petani dari kotoran hewan. Namun karena musim hujan yang masih mengguyur membuat kotoran hewan tidak bisa kering. Sehingga petani memang membutuhkan alat untuk mengeringkan kotoran hewan agar bisa menjadi pupuk organik tanpa bergantung pada alam.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (dua dari kanan) mempersilahkan para petani menandatangani petisi Together We Grow didampingi Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Suseno (kanan) di sela acara Tanam Raya Tembakau 2022 di Pamekasan, Sabtu (18/6/2022). DUTA/ist

Upaya lain yang dilakukan Pemkab Pamekasan kata Baddrut adalah membangun kawasan industri hasil tembakau (KIHT). Kawasan ini awal tahun depan sudah bisa difungsikan.

Dengan berdirinya kawasan ini maka tembakau dari hulu ke hilir bisa saling bersinergi demi kesejahteraan bersama. “Kita punya lahan tembakau yang luas, ada tujuh asosiasi dan kelompok usaha rokok lintingan dan kita memiliki tenaga terampil untuk linting rokok. Dan yang pasti kita akan bantu untuk memasarkannya,” tukasnya.

KIHT ini juga mendapat apresiasi dari Ketua APTI Suseno. Dikatakan Suseno, Pamekasan sangat layak untuk memiliki kawasan ini. Karena bahan baku, industri dan tenaga kerja terampil tersedia.

“Tidak semua daerah walau penghasil tembakau bisa membuat kawasan industri hasil tembakau. Karena kalau tidak tersedia tenaga terampil linting rokok, tentu saja tidak akan bisa jalan,” tandasnya.

Tanam Raya Tembakau 2022 ini juga dihadiri Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKPPP) Pemkab Pamekasan Ajib Abdullah dan ratusan petani tembakau tidak hanya dari Pamekasan tapi dari Sumenep dan Sampang.

Dalam acara itu ratusan petani tembakau Pamekasan ikut menandatangani petisi Together We Grow : Selamatkan Mata Pencaharian Petani Tembakau. Petisi ini sebagai komitmen bersama memperjuangkan tembakau bukan hanya sebagai sumber pemberdayaan ekonomi, namun juga budaya dan warisan yang telah mendarah daging. ril/end/bbs

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry