Properti di Sydney dan Melbourne diprediksi akan mengalami kenaikan walau saat ini di dua kota itu sedang lockdown. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Dua kota di Australia yakni Sydney dan Melbourne sedang lockdown karena Covid-19.

Namun, justru harga properti di dua kota itu diprediksi mengalami kenaikan masing-masing delapan dan Sembilan persen dalam 12 bulan ke depan.

Hal itu diungkapkan, Head of Consumer Researcher Finder, Graham Cooke, dalam rilisnya, Kamis (23/9/2021).

Hasil survey tersebut mengungkapkan bahwa rata-rata pemilik hunian di Sydney, dengan hanya duduk-duduk dan tidak melakukan apa-apa, menghasilkan lebih dari rata-rata penghasilan rumah tangga di Sydney dalam pendapatan tahunan hanya melalui ekuitas rumah mereka.

Kondisi itu dikatakan Sales and Marketing Director Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo, berdampak positif terhadap permintaan akan hunian khususnya apartemen dari pasar Indonesia.

“Dampak yang ditimbulkan tersebut dapat terlihat dari jumlah inquiries dari pasar Indonesia yang relatif stabil dengan rataan mencapai 100 inquiries setiap bulannya yang kami dapatkan melalui saluran pemasaran secara daring dengan mengoptimalkan platform media sosial,” jelas Tyas.

Hal ini bukan kali pertama bagi Crown Group, dalam bersinggungan dengan teknologi daring. Karena ketika mereka meluncurkan ARTIS di Indonesia, pihaknya  mempergunakan fasilitas telewicara virtual  untuk berinteraksi dengan para calon konsumennya.

“Yang menarik, adanya pergeseran tipe pembeli dari pasar Indonesia yang saat ini didominasi oleh owner-occupiers dalam 3 bulan terakhir,” tambah Tyas.

Pada semester pertama tahun 2021 qualified leads yang Crown Group dapatkan didominasi oleh first time buyers/investors.

Di mana mereka banyak yang tertarik dengan proyek off the plan seperti ARTIS di Melbourne dan Mastery by Crown Group di Sydney.

“Sementara pada bulan Juni – September 2021,  didominasi oleh owner-occupiers yang lebih banyak tertarik dengan proyek siap huni seperti Waterfall by Crown Group di kota Sydney yang selama ini dikenal sebagai ‘The Greenest Address in Waterloo,” jelas Tyas

Peningkatan inquiries juga terjadi untuk proyek The Grand Residences Tahap I yang diperkirakan akan rampung pada bulan Oktober 2021.

“Kami melihat hal ini terjadi karena meskipun Australia sedang mengalami lockdown, namun institusi-institusi pendidikan tinggi di Australia sudah bersiap untuk buka kembali, sehingga banyak pembeli yang membutuhkan hunian yang siap huni,” beber Tyas.

Suku bunga pinjaman KPA di Australia  saat ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi pembeli dari Indonesia, yaitu 3,5 persen – 3,9 persen per tahun untuk floating rate. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry