
SURABAYA | duta.co — Connecting Up Padel Muslim Tournament resmi digelar di Jungle Padel Surabaya, Sabtu (29/11/2025). Ajang ini menjadi turnamen padel bernuansa muslim pertama dan terbesar yang pernah diselenggarakan di Kota Pahlawan. Total 96 peserta turut ambil bagian, semuanya hadir melalui sistem undangan (invitation) dan berasal dari beragam latar belakang seperti pengusaha, influencer, artis, hingga tokoh politik.
SC Connecting Up Padel Muslim Tournament, Muhammad Yusuf Ibnu Abdurrahman, menyampaikan bahwa event ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem padel muslim yang lebih besar di Indonesia.
“Ini merupakan turnamen padel muslim pertama dan terbesar di Surabaya. Pesertanya beragam, mulai dari pengusaha, influencer, artis, hingga politikus,” ujarnya.
Yusuf menegaskan, pihaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang. “Goals kami ke depan adalah menghadirkan lebih banyak turnamen padel muslim. Insyaallah dalam setahun akan ada empat turnamen yang kami gelar dengan skala lebih besar dan lebih menantang,” jelasnya.
Sebagai volume pertama, ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan. Namun hal itu akan menjadi evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. “Ini menjadi pelajaran bagi kami sebagai panitia. Insyaallah volume kedua akan kami hadirkan dengan konsep yang lebih matang dan lebih menarik,” tambahnya.
Menariknya, turnamen ini juga mencatat sejarah sebagai ajang padel muslim pertama yang menyelenggarakan salat berjamaah di dalam lapangan. Karpet digelar di tengah court dan seluruh peserta turut melaksanakan salat berjamaah serta salat gaib untuk mendoakan warga Sumatera Utara yang terdampak bencana.
“Kami tidak hanya bersenang-senang mengikuti turnamen, tetapi juga menunjukkan kepedulian. Kami mendoakan saudara-saudara kita di Sumut agar diberi ketabahan dan kekuatan,” tutur Yusuf.
Connecting Up Padel Muslim Tournament diharapkan menjadi tonggak positif bagi perkembangan olahraga padel di Indonesia, khususnya di kalangan komunitas muslim, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Momen Silaturahmi dan Kepedulian
Sementara itu, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, mengapresiasi pelaksanaan Connecting Up Muslim Padel Tournament ini. Ajang ini disebutnya bukan hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi lintas profesi.
“Kami sangat senang dan merasa terhormat mendapat undangan serta dapat berpartisipasi dalam kegiatan Muslim Padel Tournament pertama di Surabaya ini,” ujar Cahyo.
Menurutnya, turnamen ini memiliki nilai lebih karena mampu mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari atlet, profesional, hingga para pengusaha. Keberagaman ini, lanjut Cahyo, menjadi kekuatan yang memperkaya interaksi dan memperluas jaringan antarpeserta.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Tidak hanya membangun aktivitas positif bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan relasi baru. Ada atlet, profesional, dan entrepreneur. Inilah momentum bagaimana olahraga mempererat silaturahmi, persatuan, dan kegairahan antarmanusia dengan latar belakang berbeda,” tuturnya.
Selain aspek olahraga, Cahyo juga menyoroti kepedulian sosial yang ditunjukkan panitia. Pada kesempatan tersebut, peserta bersama-sama melaksanakan salat Jumat dan salat gaib untuk korban musibah di Pulau Sumatera.
“Kami mengapresiasi panitia yang tidak lupa mengajak salat berjamaah serta melaksanakan salat gaib untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera. Kami turut berduka cita dan prihatin. Semoga para korban yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Ia berharap penyelenggaraan turnamen semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagaimana olahraga dapat berperan besar dalam memperkuat solidaritas sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Yang masih hidup dan mengalami musibah semoga diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Cahyo.
Model Kompetisi Modern dengan Spirit Keagamaan
Hal senada disampaikan Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Muslim Padel Tournament yang disebutnya menghadirkan model kompetisi modern, profesional, dan sarat nilai-nilai kebersamaan.
Arderio menilai turnamen tersebut bukan hanya menawarkan pertandingan olahraga semata, tetapi juga menghadirkan konsep sport theme yang menarik. Berbagai games disiapkan untuk peserta, termasuk hadiah bernilai tinggi yang menurutnya jarang ditemui dalam event komunitas.
“Saya sangat mengapresiasi model kompetisi yang modern seperti ini. Tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga ada sport theme-nya. Banyak games yang menarik dan hadiah-hadiah yang luar biasa, bisa dikatakan hadiah-hadiah mahal,” ujar Arderio.
Ia juga memberikan pujian terhadap profesionalitas panitia dalam penyelenggaraan acara, terutama terkait ketertiban waktu dan alur kegiatan. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa ekosistem padel di Surabaya sudah dikelola dengan standar yang baik.
Yang membuatnya semakin terkesan, lanjut Arderio, adalah adanya momen keagamaan di tengah kompetisi. Turnamen ini menjadi yang pertama menghadirkan salat berjamaah pada jeda pertandingan, sekaligus salat gaib untuk korban bencana di Sumatera Utara dan Aceh.
“Ini luar biasa. The first Muslim Padel Tournament menghadirkan salat berjamaah di jeda pertandingan, dan sekaligus memberikan salat gaib untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini nilai tambah yang sangat baik,” tuturnya.
Arderio berharap konsep kompetisi semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga (cabor) lain di Surabaya untuk menyelenggarakan event yang kreatif, profesional, dan memiliki dampak positif yang lebih luas.
“Semoga model kompetisi yang sport theme dengan hasil luar biasa ini bisa dicontoh oleh cabor-cabor lain. Bismillah, kita membuat cabor di Surabaya lebih hidup dan lebih menjanjikan bagi iklim usaha,” tegasnya.
Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk semakin berani memberikan dukungan kepada kegiatan olahraga di Kota Pahlawan.
“Teman-teman yang punya usaha semoga lebih berani lagi memberikan dukungan kepada cabor-cabor di Surabaya,” pungkas Arderio.(gal)





































