
PROBOLINGGO | duta.co – Pemerintah Kota Probolinggo bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) resmi meluncurkan perpanjangan layanan Commuter Line Surabaya–Pasuruan hingga Kota Probolinggo (Supaspro) melalui agenda grand launching di Stasiun Kota Probolinggo, Minggu (1/3/2026).
Peresmian ini menjadi momentum bersejarah bagi peningkatan konektivitas transportasi massal sekaligus penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin turut menjajal langsung perjalanan Commuter Line bersama awak media dari Stasiun Kota Probolinggo menuju Stasiun Pasuruan sebagai simbol dimulainya operasional resmi layanan tersebut bagi masyarakat.
Wali Kota Probolinggo menyampaikan bahwa hadirnya Commuter Line hingga Kota Probolinggo merupakan hasil kolaborasi panjang antara pemerintah daerah dengan pihak perkeretaapian nasional.

Amin menilai layanan ini menjadi kebanggaan sekaligus kabar baik bagi masyarakat.
“Sungguh sangat membahagiakan seluruh masyarakat Kota Probolinggo. Ini termasuk peristiwa bersejarah bagi kita di mana setelah bekerja sama dengan KAI dan KCI, jalur commuter yang sebelumnya hanya sampai Pasuruan kini sudah hadir sampai Kota Probolinggo,” ujarnya.
Menurutnya, layanan transportasi massal ini memberikan manfaat besar karena menghadirkan perjalanan yang lebih murah dan efisien dibandingkan transportasi reguler sebelumnya. Tarif perjalanan dari Probolinggo sampai Surabaya ditetapkan sebesar Rp8.000, jauh lebih terjangkau dibanding tarif perjalanan konvensional yang sebelumnya mencapai sekitar Rp56.000.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga memberikan subsidi operasional untuk memastikan layanan tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Ada subsidi sekitar Rp50 juta per hari untuk dua gerbong layanan ini sehingga masyarakat bisa menikmati transportasi massal yang murah,” katanya.
Wali Kota menambahkan, dampak ekonomi dari operasional Commuter Line diproyeksikan sangat signifikan, terutama dalam memperlancar mobilitas pekerja, mahasiswa, hingga pelaku usaha.
Kemudahan akses menuju Surabaya maupun sebaliknya diharapkan mampu menekan biaya transportasi sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan antarwilayah.
“Tentu sangat berdampak. Mobilitas ekonomi semakin lancar, mahasiswa bisa memanfaatkan perjalanan ini tanpa harus kos di Surabaya, dan sektor pariwisata juga akan ikut berkembang,” jelasnya.
Ia juga memprediksi meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun dan Alun-alun Kota Probolinggo seiring potensi pergerakan ratusan penumpang setiap hari. Perputaran ekonomi diperkirakan tumbuh mulai dari sektor parkir, kuliner, hingga penjualan oleh-oleh.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia, Hery Suswanto, menjelaskan bahwa perpanjangan rute ini tidak mengubah jadwal perjalanan utama, melainkan hanya menyesuaikan waktu keberangkatan agar terintegrasi dengan perjalanan sebelumnya.
“Secara umum tidak mengubah jadwal perjalanan dari Pasuruan. Yang dari Surabaya kita majukan waktunya supaya sinkron. Nanti akan kami evaluasi, dan jika okupansi meningkat serta kesiapan sarana mendukung, kemungkinan penambahan perjalanan bisa dilakukan,” ujar Hery Suswanto.
Ia menambahkan tarif perjalanan dari Probolinggo mengalami penyesuaian sebesar Rp2.000 dari tarif sebelumnya Pasuruan, sehingga kini menjadi Rp8.000 per perjalanan. Pihaknya juga membuka ruang evaluasi melalui masukan masyarakat guna meningkatkan kualitas layanan.
“Harapannya okupansi meningkat dan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Kami juga membuka ruang kritik dan saran untuk perbaikan layanan,” katanya.
Dalam sambutan peresmian operasional, pihak KAI menyampaikan bahwa izin operasi layanan Commuter Line Supas hingga Kota Probolinggo telah resmi diterbitkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) pada 27 Februari 2026 melalui Surat Nomor KP PHB 162 Tahun 2026. Layanan ini mulai beroperasi melayani masyarakat sejak 1 Maret 2026.
Operasional Commuter Line Supas Probolinggo dilayani sebanyak empat perjalanan kereta setiap hari, terdiri dari dua keberangkatan dari Probolinggo pada pagi dan malam hari serta dua perjalanan dari Surabaya pada pagi dan sore hari.
Tiket perjalanan dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan. Selain itu, KAI juga menyiapkan petugas pelayanan di atas kereta maupun di stasiun, termasuk petugas keamanan, kebersihan, dan layanan penumpang untuk memastikan kenyamanan perjalanan. hul







































