
SURABAYA | duta.co – Coldcard menjadi perhatian setelah ditemukannya masalah pada firmware yang memengaruhi proses pembuatan seed pada sejumlah perangkat.
Celah tersebut membuat seed tertentu memiliki tingkat keacakan yang lebih lemah dari seharusnya, sehingga membuka kemungkinan private key direkonstruksi oleh penyerang.
Kasus ini sekaligus mengingatkan bahwa keamanan aset kripto tidak berhenti pada aktivitas trading crypto. Cara menyimpan private key, mengamankan seed phrase, hingga memastikan perangkat menggunakan firmware yang aman juga menentukan keamanan aset setelah transaksi selesai.
Coldcard sendiri merupakan hardware wallet yang berfokus pada Bitcoin. Perangkat jenis ini pada dasarnya dirancang agar informasi sensitif yang digunakan untuk mengakses aset tidak bergantung sepenuhnya pada perangkat yang selalu terhubung ke internet.
Karena itu, setelah beli bitcoin, sebagian pengguna memilih memindahkan aset ke metode penyimpanan yang memberikan kontrol langsung terhadap private key, termasuk hardware wallet.
Namun, kasus Coldcard menunjukkan bahwa penyimpanan offline sekalipun bukan berarti sepenuhnya bebas dari risiko keamanan
Apa Itu Coldcard dan Mengapa Jadi Sorotan?
Coldcard adalah perangkat hardware wallet khusus Bitcoin yang dikembangkan oleh Coinkite. Perangkat ini digunakan untuk mengelola kunci yang diperlukan dalam menandatangani transaksi Bitcoin dengan memisahkan informasi sensitif tersebut dari lingkungan online.
Coldcard menjadi sorotan setelah ditemukan masalah pada proses pembuatan seed yang terdapat pada firmware terdampak sejak 2021.
Menurut TRM Labs, kelemahan tersebut dapat memangkas kekuatan kunci dari 128 bit menjadi serendah 40 bit dalam kondisi tertentu, sehingga seed menjadi jauh lebih memungkinkan untuk dicari melalui komputasi dibandingkan seed dengan tingkat keacakan yang seharusnya.
Serangan mulai terdeteksi pada akhir Juli 2026.
TRM Labs memperkirakan sekitar 1.816 BTC senilai sekitar US$116 juta berpindah dari lebih dari 5.200 alamat dalam beberapa gelombang serangan.
Meski demikian, kasus tersebut bukan berarti penyerang mengambil alih perangkat Coldcard dari jarak jauh.
Coinkite menjelaskan bahwa masalah berada pada firmware yang menghasilkan seed dengan tingkat keacakan lemah, kemudian penyerang dapat merekonstruksi private key terkait secara offline.
Bagaimana Coldcard dan Hardware Wallet Bekerja?
Untuk memahami kasus tersebut, penting membedakan antara Bitcoin yang tercatat di blockchain dengan kunci yang digunakan untuk mengaksesnya. Hardware wallet sebenarnya tidak menyimpan Bitcoin di dalam perangkat seperti uang yang disimpan dalam dompet fisik.
Bitcoin tetap tercatat pada blockchain, sedangkan perangkat membantu melindungi private key yang digunakan untuk mengotorisasi transaksi.
Ketika pengguna ingin mengirim Bitcoin, transaksi dapat disiapkan melalui perangkat lain, kemudian ditandatangani menggunakan kunci yang dikelola oleh hardware wallet. Pendekatan ini bertujuan mengurangi paparan private key terhadap perangkat yang terhubung ke internet.
Coldcard juga mendukung penggunaan transaksi Bitcoin yang dapat ditandatangani tanpa mengandalkan koneksi langsung dalam skenario tertentu. Konsep seperti ini sering disebut air-gapped, yakni meminimalkan kebutuhan perangkat penyimpan kunci untuk terhubung langsung dengan komputer atau jaringan. Namun, lapisan keamanan tersebut tetap bergantung pada kualitas seed yang menjadi fondasi wallet.
Jika proses menghasilkan seed memiliki kelemahan, perlindungan fisik perangkat saja tidak cukup. Inilah yang membuat masalah pada Coldcard menjadi pelajaran penting mengenai bagaimana keamanan hardware wallet sebenarnya bekerja.
Seberapa Aman Hardware Wallet untuk Menyimpan Bitcoin?
Secara konsep, hardware wallet dapat mengurangi beberapa risiko karena private key tidak perlu terus-menerus berada pada perangkat yang terkoneksi dengan internet. Cara ini dapat membatasi paparan terhadap sejumlah ancaman digital, tetapi tidak menghilangkan seluruh risiko.
Perangkat tetap bergantung pada firmware, proses pembuatan seed, keamanan rantai pasok, serta perilaku penggunanya. Kesalahan menyimpan seed phrase, menggunakan firmware bermasalah, atau memberikan informasi pemulihan kepada pihak lain tetap dapat menyebabkan aset berisiko.
Kasus Coldcard memperlihatkan sisi lain dari persoalan tersebut. Perangkat tidak harus diretas secara fisik agar aset pengguna terancam jika fondasi kriptografi yang menghasilkan kunci ternyata memiliki kelemahan.
Karena itu, istilah “offline” sebaiknya tidak diterjemahkan sebagai “mustahil diretas”. Hardware wallet lebih tepat dipandang sebagai salah satu lapisan perlindungan dalam sistem keamanan aset digital.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Kasus Coldcard?
Salah satu pelajaran terpenting adalah bahwa pembaruan firmware tidak selalu dapat memperbaiki masalah yang sudah terjadi sebelumnya. Coinkite telah merilis firmware perbaikan. Untuk Coldcard Mk4 dan Mk5, versi standar yang direkomendasikan saat ini adalah 5.6.1, sedangkan Coldcard Q menggunakan 1.5.1Q.
Namun, memasang firmware terbaru tidak otomatis memperbaiki seed terdampak yang sudah dibuat sebelumnya. Coinkite menyarankan pengguna yang memiliki seed terdampak untuk menggunakan firmware yang telah diperbaiki, membuat seed baru, memverifikasi wallet baru, kemudian memindahkan aset ke wallet tersebut.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga seed phrase tetap rahasia. Informasi seperti seed words, passphrase, private key, maupun data pemulihan lainnya tidak seharusnya dimasukkan ke situs web atau diberikan kepada pihak yang mengaku sebagai layanan bantuan.
Pada akhirnya, keamanan penyimpanan Bitcoin merupakan kombinasi antara desain perangkat, kualitas perangkat lunak, metode pembuatan kunci, dan kebiasaan pengguna dalam menjaga informasi sensitif.
Kesimpulan
Kasus Coldcard menunjukkan bahwa hardware wallet dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan untuk mengelola private key, tetapi teknologi tersebut bukan jaminan bahwa aset akan terbebas dari seluruh risiko.
Masalah pada proses pembuatan seed Coldcard juga menjadi contoh bahwa keamanan sebuah wallet bergantung pada banyak komponen sekaligus. Pengguna tetap perlu memperhatikan firmware, keamanan seed phrase, sumber perangkat, dan prosedur pemulihan agar manfaat penyimpanan offline dapat bekerja sebagaimana mestinya.
FAQ
Apa itu Coldcard?
Coldcard adalah hardware wallet khusus Bitcoin yang dikembangkan oleh Coinkite. Perangkat ini membantu pengguna mengelola dan menggunakan private key untuk menandatangani transaksi Bitcoin.
Apakah Coldcard diretas?
Menurut Coinkite, perangkat Coldcard tidak diambil alih atau diretas dari jarak jauh dalam insiden 2026. Masalah berasal dari bug firmware pada versi terdampak yang menyebabkan sebagian seed dihasilkan dengan tingkat keacakan yang lebih lemah.
Apakah hardware wallet bisa diretas?
Hardware wallet dapat mengurangi paparan private key terhadap lingkungan online, tetapi bukan berarti bebas risiko. Kerentanan firmware, kelemahan pembuatan seed, serangan fisik, kebocoran seed phrase, dan kesalahan pengguna tetap perlu diperhitungkan.
Apakah update firmware cukup untuk mengamankan Coldcard?
Tidak untuk seed lama yang terdampak. Coinkite menyatakan pembaruan firmware memperbaiki pembuatan seed berikutnya, tetapi pengguna dengan seed terdampak perlu membuat seed baru dan memindahkan aset sesuai panduan migrasi.
Apakah hardware wallet aman untuk menyimpan Bitcoin?
Hardware wallet dapat menjadi salah satu metode untuk mengurangi paparan private key terhadap perangkat online. Tingkat keamanannya tetap dipengaruhi oleh kualitas perangkat dan firmware, cara seed dibuat dan disimpan, serta praktik keamanan pengguna. ril





































