MOJOKERTO | duta.co – Gantian! Saat Pilgub Jatim 2018, gerbong Muslimat berjibaku, bersusah payah menembus rintangan untuk memenangkan Khofifah-Emil, kini giliran muslimat  dirayu banyak pihak untuk kepentingan Pilpres 2019.

Kiai Ma’ruf Amin, bakal calon wakil presiden berpasangan dengan Jokowi, Rabu (12/9/2018), bersilaturrahim ke KH Asep Syaifuddin Chalim dan Ketum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto.

Dijelaskan Kiai Ma’ruf, tujuan silaturrahim ini bukan untuk memberi nasehat tapi untuk mohon doa dan dukungan karena dirinya akan masuk ke jalur struktural. “Saya selama ini hanya masuk jalur kultural melalui NU dan MUI dan sekarang akan masuk ke pemerintahan, jadi bergeser sedikit. Mudah-mudahan langkah ini membawa maslahat lebih besar,” ungkapnya.

Bahkan, KH Ma’ruf Amin selaku Rais Aam PBNU dan juga bacawapres mendoakan supaya Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa bisa menjadi presiden RI tahun 2024. Sebab dari syarat pengalaman sudah sangat mencukupi, tinggal nasibnya saja.

“Saya harapkan nanti ada presiden yang mewakili Islam dan wakilnya dari kalangan nasionalis. Dan siapa tahu yang akan jadi presiden ke depan itu Bu Khofifah karena  pengalaman cukup. Pokoknya kalau syarat sudah cukup, nasab dan nishobnya sudah mencukupi tinggal nasibnya saja,” ujar Kiai Ma’ruf.

Menurut Kiai Ma’ruf gambaran bersatunya kalangan nasionalis dan islam itu ada sejak Gus Dur menjadi Presiden dan Wakilnya Megawati. Begitu juga saat Megawati menjadi Presiden, wakilnya Hamzah Haz dari kalangan Islam.  “Andai kata di Pilpres mendatang jadi,  maka Pak Jokowi mewakili nasionalis dan saya dari Islam,” tegasnya.

Mohon Dukungan

Masih menurut Kiai Ma’ruf, dorongan Khofifah maju di Pilpres 2024, dinilai tidak terlalu jauh sebab Pak Jokowi dulunya juga dari gubernur lalu menjadi presiden. “Mudah-mudahan nanti Bu Khofifah maju Presiden 2024 dan wakilnya dari kalangan nasionalis,” harap Ketum Majelis Ulama Indonesia ini.

Sebenarnya, lanjut KH Ma’ruf, dirinya tidak menginginkan menjadi calon wapres, sebab menjadi cawapres itu boleh dikatakan “min khaitsu la yahtasib” (ngak diduga-duga),  sama seperti dirinya dipilih menjadi rais aam PBNU di Muktamar 33 di Jombang lalu.

“Saya tidak mencalonkan dan tidak dicalonkan, tahu-tahu jadi Rais Aam, min khaitsu la yahtasib. Sekarang menjadi cawapres juga min khaitsu la yahtasib sebab itu ketetapan,” dalihnya.

Ia menjelaskan bahwa PBNU tidak meminta jatah, cuma menawarkan orang-orangnya. Kalau Pak Jokowi mau mengambil, ini orang-orangnya, diantaranya ada saya, KH Said Agil Siraj, Muhaimin Iskandar, Romy dan Mahfud MD. “Silakan dipilih tapi ujung-ujungnya saya yang dipilih, jadi saya jadi cawapres min khaitsu la yahtasib,” kelakar Kiai Ma’ruf

Olah karena sudah di jalur pemerintahan  maka dia mohon doa dan dukungannya. Bahkan sejak menjadi rais aam dia menginginkan tidak ada gap antara kiai struktural dan kultural sehingga pihaknya sering mengadakan khalaqoh di berbagai daerah dan beretmu dengan kiai kultural tapi belum tuntas.

“Karena itu hari ini saya harap seperti kiai Asep tentang pentingnya menyatukan kiai kultural dan struktural jangan sampai ada kiai yang blok-blokan. Kalau itu yang terjadi maka NU tidak akan besar, Pengalaman yang lalu tidak terulang lagi dan kita utuhkan kalau nanti misalnya sampai terjadi maka NU tidak akan diajak bersama-sama dalam pemerintahan karena kalau mengajak NU kalah sehingga orang tidak mau lagi,” tegas Kiai Ma’ruf.

Kalau menang di Pilpres 2019, Kiai Ma’ruf berharap bisa melaksanakan tugas sebagai wapres yang dari kalangan ulama. Dan apa yang selama ini dilakukan melalui jalur kultural melalui NU dalam rangka mengembangan akidah, menyusun, menyatukan bangsa dengan satu kesepakatan yaitu Pancasila dan UUD 1945.

“Saya berharap mudah-mudahan tidak ada lagi konflik ideologis karena itu sudah menjadi kesepakatan yaitu sudah mitsal. Karena itu saya berharap di tahun 2024 tidak ada lagi konflik ideologis,” tegas rais aam PBNU ini.

Tugas kedua, lanjutnya bisa membangun kesejahteraan supaya lima tahun kedepan mampu menyiapkan landasan atau runway yang kuat dan kerikilnya tidak ada sehingga bisa mudah tinggal landas. Begitu juga ekonominya bisa take off. “Saya mengusung pemberdayaan umat dan pilarNya adalah pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Ketiga, ingin mendorong karakter dan akhlak bangsa supaya memiliki semangat atau ghirah dalam rangka memberdayakan diri atau fighting spirit tinggi. Terbukti, kalau dipacu Indonesia bisa hebat seperti di Asian Games lalu bisa melampaui target dan mengalahkan bangsa-bangsa lain.

“Saya ingin jadi bagian rakyat kita untuk melakukan finghting spirit dan kegotong royongan supaya bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa besar dan di tahun 2024 sudah bisa landing,” cetus Kiai Ma’ruf.

Muslimat Selalu Berseiring

Ia sengaja datang kesini memang ingin mendapat dukungan dan jangan sampai diposisikan sebagai NU struktural dan kultural tidak mau mendukung karena itu bisa malapetaka.  Adanya pemisahan (friksi) seperti itu mudah-mudahan tidak ada lagi dan kiai asep bisa mempelopori itu dengan kiai-kiai yang lain bagaimana membuat langkah-langkah menyatukan kultural dan struktural sebab NU itu didirikan kiai, jadi struktural dan kultural itu sebenarnya milik kiai.

“Struktural itu hanya sopir yang membawa dan mengendalikan bukan pemilik sebab yang memiliki NU itu  adalah para kiai,” tegas Bacawapres pasangan Joko Widodo.

Sementara itu, Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa muslimat NU pasti akan berseiring dengan seluruh format yang menjadi bagian dari garis perjuangan rais aam PBNU.

“Kami memang akan melakukan Rakernas pada Bulan November, karena itu kami mohon kepada KH Ma’ruf Amin apakah sebagai rais aam atau cawapres mohon seperti yang dulu-dulu. Kami tetap seperti yang dulu Kiai, kami mohon hadir seperti saat kongres atau saat mengambil keputusan strategis untuk pengembangan muslimat NU ke depan,” jelasnya.

KH Ma’ruf yang hadir sebagai rais aam PBNU selalu memberikan penjelasan sangat terang bagaimana menata muslimat NU bersinergi dengan NU hari ini dan yang akan datang.

“Saya rasa kita akan mendapatkan penjelasan dan mungkin langkah-langkah strategis ke depan untuk berseiring dengan berbagai ikhtiar untuk bisa mengantarkan KH Ma’ruf Amin bisa mendampingi Pak Jokowi menang signifikan dan mutlak membawa Indonesia bermartabat, Amin,” pungkas Khofifah. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry