PENUTUPAN : Menpora Imam Nahrawi bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban, Fathul Huda dan Ketua Koni Provinsi Jawa Timur menekan tombol menandai penutupan Porprov Jatim ke – VI (duta.co/syaiful adam)

TUBAN | duta.co -Menpora Imam Nahrawi kagum penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-VI yang menurutnya merupakan event terbesar yang pernah terselenggara tingkat provinsi di Indonesia.

Pria asal pulau garam Madura inipun memuji langkah Pemerintah Provinsi Jatim yang akan menyelenggarakan event Porprov dua tahun sekali, menjadi kawah candradimuka bagi atlet yang akan membanggakan Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya saat Closing Ceremony Porprov Jatim ke-VI di Stadion Bumi Wali Tuban.

“Selain menjadi ajang pembibitan dan kawah candradimuka, event seperti ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi, solidaritas sosial, serta media pengajaran untuk menjunjung tinggi sportifitas,” jelasnya.

Lebih lanjut pria kelahiran 8 Juli 1973 ini menyampaikan saat ini pihaknya tengah menyiapkan regulasi terkait diselenggarannya Pekan Olahraga Nasional (PON) dua tahun sekali di dua provinsi. Usai penyelenggaraan Porprov ini, sejumlah event olahraga akan digelar, salah satunya adalah Asean School Game (ASC) 2019 di Semarang.

“Kami berharap 24 atlet dari Jatim yang tergabung dalam kontingen ASC mampu mengharumkan nama baik Indonesia di kancah internasional, karena itu kami harap semua pihak harus mendukung setiap usaha yang dilakukan atlet untuk meraih prestasi tertinggi,” terang alumni UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Menpora juga berpesan kepada seluruh atlet yang berprestasi jangan cepat berpuas diri hanya menjadi juara di ajang level Porprov. Karena masih banyak ajang kejuaran yang levelnya lebih tinggi.

“Saya berpesan untuk para atlet jangan berpuas diri, di depan masih banyak tantangan dan jangan senang hanya menjadi juara dilevel porprov,” ucapnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menyampaikan kekaguman akan indahnya veneu Paralayang di Bukit Glodakan desa Trantang, Kerek dan venue sepatu roda di Lapangan Tanah Mas Sport Mangrove Center, Jenu yang dimiliki Kabupaten Tuban.

“Venue paralayang meski terbilang jauh dari kota namun yang melihat sangat banyak, dan tempatnya sangat indah apalagi saat sunset, termasuk veneu sepatu roda pemandangannya sangat mempesona. Kabupaten Tuban dan tuan rumah lainnya memberikan pelayanan yang sangat baik untuk mensukseskan menyelenggarakan Porprov Jatim kali ini, mulai dari kirab api hingga closing ceremony,” wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya ini mengatakan Porprov Jatim akan diselenggarakan 2 tahun sekali. Hal ini dimaksudkan untuk mengintensifkan pembibitan atlet. Tidak hanya itu, ini juga harus dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana olahraga dan sport science.

Untuk memajukan dunia olahraga di Jawa Timur wanita kelahiran mei 1956 ini menginstruksikan kepada Kepala Daerah, Ketua KONI, dan pelatih juga serta instansi terkait lainnya agar mengawal terus mengawal prestasi olahraga di Jatim, mulai dari proses pembibitan atlet hingga upaya peningkatan prestasi. Di samping itu, seluruh masyarakat Jatim diharapkan mampu menjadikan semangat olahraga untuk mewujudkan Jatim berkemajuan dan berkeunggulan.

“Semoga di jawa Timur lahir para atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan dunia, maka mari kita dukung para anak kita untuk terus maju didunia olahraga,” jelas Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muslimat

Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengutarakan kebahagiaannya menjadi tuan rumah Porprov VI Jatim 2019. Hadirnya Porprov di Kabupaten Tuban mampu membawa multiplayer efek. Diantaranya meningkatkan pertumbuhan wirausaha, baik pedagang asongan maupun UMKM hingga 40 persen; dan hunian hotel penuh.

Porprov Jatim mampu memotivasi masyarakat untuk giat berolahraga hingga di tingkat desa. Di Tuban ada 328 kelurahan dan desa, di mana Dana Desa salah satunya dipakai membangun fasilitas olahraga seperti lapangan sepakbola.

Mantan Ketua PC NU Tuban juga mendukung Pemprov dan KONI Jatim terkait penyelenggaraan Porprov dua tahun sekali. Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Tuban ini juga cukup puas atas capaian prestasi kontingen Bumi Wali yang berada di 11 besar klasemen perolehan poin. Prestasi ini mengalami kenaikan daripada sebelumnya.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada atlet, official dan masyarakat Tuban yang telah menyukseskan Porprov Jatim di Kabupaten Tuban,” tutur Bupati.

Ketua KONI Jatim, Ir. Erlangga Satriagung menyatakan Porprov Jatim VI merupakan Porprov terbesar di Indonesia. Sebanyak 7.718 atlet, 2.484 official atau dengan total 10.302 terlibat dalam ajang olahraga ini.

“Dibanding PON Papua mendatang. Jumlah atlet yang sudah terkonfirmasi di PON itu belum sampai 7.800,” kata Erlangga.

Erlangga juga menjelaskan sebanyak 1553 medali diperebutkan pada 40 Cabor yang digelar di tuan rumah Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Lebih dari itu, Porprov Jatim ini juga menjadi momentum kebangkitan kaum millenial Jatim. “Karena atlet yang berkompetisi berusia 16 sampai 21 tahun. Sekaligus diikuti atlet unggulan baik yang ikut PON dan Puslatda,” tuturnya

Pada Porprov Jatim VI tahun 2019, kontingen Kota Surabaya menjadi juara umum dengan raihan poin 780 dengan total 280 medali, dengan rincian 113 emas, 89 perak, dan 78 perunggu. Prestasi ini mengukuhkan Kota Surabaya sebagai juara bertahan gelaran Porprov Jatim. Sedangkan untuk kontingen Kabupaten Tuban berada di posisi 11 dengan raihan poin 99 dengan total medali 55 medali, dengan rincian 10 emas, 14 perak, 31 perunggu. (sad)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry