UNDANGAN: Ilham Gresnaidi (kaus hitam) mendapat undangan BI bersama 100 besar peserta Bank Indonesia Goes To Campus 2017 Blog & Video Competition dengan tema ‘Cinta Rupiah’. Duta/Humas UMG

GRESIK | duta.co – Berpretasilah selagi muda, sehingga tua nanti bisa menginspirasi generasi muda. Itulah yang tertanam dibenak Ilham Gresnaidi, mahasiswa Manajemen Universitas Muhamadiyah Gresik (UMG).

Jangan heran bila Ilham, begitu dia biasa disapa, tidak lekas berpuas diri. Setelah November 2017 lalu dia mampu mewujudkan mimpi untuk melihat Taj Mahal di Agra, India, sekaligus berkegiatan sosial di Kota Aligarh berkat Program Youth Center To Act Nation (Youcan ) Global Heroes 2017, pada Pebruari 2018 kembali mengharumkan nama UMG ketika mendapat undangan dari Bank Indonesia (BI).

Karya pemuda kelahiran Gresik ini mampu masuk 100 besar ‘Cinta Rupiah Blog & Vlog Competition’ yang diselenggarakan BI. Tulisan di blog yang berjudul ‘3 Alasan Kenapa Cinta Kamu Berakhir Tragis Kayak Rupiah, Nomer Tiga Bikin Nangis’, mampu meluluhkan para juri.

Lewat  karya Ilham berusaha mengibaratkan besarnya kadar cinta anak muda pada sang kekasih bisa saja senilai rupiah. Diapun lantas memotivasi kecintaannya terhadap rupiah lewat permasalahan percintaan di kalangan anak muda khususnya yang masih menjomblo.

“Permasalahan jomblo sudah waktunya diangkat menjadi permasalahan nasional Indonesia. Pemuda zaman now saatnya eware dengan masa depan garis keturunan mereka. Ditambah desakan keluarga yang sering bertanya “Kapan nikah!” setiap hari. Padahal ketika ditanya malamnya gebetan baru aja nolak mentah-mentah. Tragis. Tapi sadar enggah sih kisah cintamu mirip-mirip tipis sama kisah rupiah di Indonesia,” paparnya.

Lewat kisah cinta anak muda inilah ilham berusaha menanamkan cinta rupiah dengan memberi tiga alasan kenapa cinta itu tidak jauh beda dengan rupiah. Pertama, dibiarin lecek, soalnya dianggap enggak bernilai. “Sadar enggak sih kalau mata uang paling sering lecek itu kalau enggak Rp 2.000 ya  Rp 1.000 atau yang nilainya paling kecil diantara nilai lainnya. Terus kalau udah lecek banget sampai rompal sana sini akhirnya dibuang begitu aja. Mirip kayak kamu. Karena doi anggep kamu engga bernilai akhirnya enggak sayang dan ninggalin kamu,” ungkapnya.

Alasan kedua,  menolak kalau dikasih kembalian koin, karena enggak lagi main Timezone. Menurut Ilham itu disebabkan kebanyakan anak muda menganggap uang koin itu cuma bikin ribet dan nyumpekin dompet. “Ya persis kayak kamu menurut doimu kamu itu cuma bikin ribet dan risih kalau deket-deket doi. Makanya doi enggak mau deket-deket kamu lagi,” urainya..

Dan alasan ketiga, ditulisin coret-coretan, kebanyakan buat tukeran nomer handphone. KHusus yang ketiga ini sudah menjadi rahasia umum uang kertas dicoret untuk memberikan nomor handphone. Padahal  uang semestinya berfungsi sebagai alat tukar. “Melihat ini sedih rasanya. Uang berasa biro jodoh kali ya. Ini serupa kayak kamu. Harusnya fungsi kamu buat doi itu jadi belahan hidup doi, tapi coma dijadiin ojek gratrisan sama doi,” ujarnya seraya tersenyum.

Namun Ilham tidak hanya memberikan kritik, juga menawarkan solusi agar kaum muda tidak menjadi jomblo selamanya mirip kisah rupiah, yakni meningkatkan kualitas dan attitude.  “Jadi kalau kamu mau cinta kamu berkualitas, jaga rasa cinta kamu sama rupiah dong,” harapnya.

Ilham lantas memberika enam solusi yang itu tidaklah mahal, yakni uang jangan dilipat karena bukan origami, jangan dicoret-coret apalagi buat contekan, jangan disteples dikira nasi bungkus, jangan diremas-remas seperti otak mesum, jangan dibasahi karena tidak ada faedahnya, dan terakhir disimpan dengan rapi.

“Harus disimpan yang rapi, masak kalah sama rambut klimis. Nah enam cara di atas biar kamu menjadi warga Indonesia yang cinta rupiah. Masak uang negara lain aja disimpen sampai disayang-sayang masa sama mata uang sendiri enggak,” sindirnya.

Dan sejak mengikuti kompetisi itu, Ilham pun merasakan semakin dalam cintanya pada rupiah. Karena baginya mencintai rupiah sama dengan mencintai kedaulatan Indonesia karena uang merupakan salah satu simbol sebuah negara. “Ingat ya kecintaan terhadap rupiah merupakan salah satu wujud kecintaan terhadap bangsa. Kecintaan dan kebanggaan terhadap rupiah dapat pula membantu menjaga kestabilan nilai mata uang kita,” tandasnya. rum

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.