
Ketertarikan mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Studi Pembangunan ITS pada dunia seni wayang ini bermula saat ia mendapat tugas pagelaran wayang kecil-kecilan di bangku sekolah dasar (SD).
Selanjutnya, melalui dukungan keluarga, Christopher berkomitmen untuk mempelajari wayang dengan lebih serius dengan bergabung ke sebuah sanggar di Surabaya.
Oleh karena itu, ia pun sempat menjauh dari mimpinya menjadi seorang dalang. Namun, dengan tekad lebih kuat, ia kembali belajar secara otodidak melalui media sosial dan buku hingga meraih berbagai prestasi.
Langkahnya tak berhenti sampai di situ. Sebagai mahasiswa, ia sering melakukan riset budaya dan sosial masyarakat. Untuk kelulusannya sebagai sarjana, ia telah mengerjakan tugas akhir berjudul Pembangunan Inklusi Sosial di Kota Surabaya: Studi Fenomenologi Diskriminasi Interseksionalistik terhadap Penutur dengan Rhotasisme yang membahas tentang bagaimana orang dengan rhotasisme di kota bisa mengalami inklusi sosial.
Dalam hal entrepreneur, calon wisudawan ITS periode ke-133 pada April 2026 mendatang itu juga memiliki startup minuman inovatif berupa jamu modern yang bernama Herbits. Startup-nya ini sukses didanai Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023 dan ITS Youth Technopreneur (IYT) 2023 – 2024.
Jejak Christopher meluas dan tidak hanya aktif dalam hal seni budaya. Ia pernah mewakili ITS dan Indonesia sebagai Champion of ASEAN Future Innovators Challenge di Malaysia. Selain itu, ia juga sering terlibat pada ajang diskusi internasional seperti Asia Youth Sustainability Forum 2025, Youth Asian-African Legal Consultative Organization (AALCO) 2023, dan Smart Ocean Summer School di Tianjin University, China.
Meski disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, sampai saat ini Christopher yang mengidolakan tokoh dalang Ki Nartosabdo, Ki Purbo Asmoro, dan Ki Tristuti Rachmadi ini mengaku masih sering diundang sejumlah pihak untuk tampil sebagai dalang dalam pagelaran wayang di acara-acara tertentu. Salah satunya sempat tampil di acara TEDxITS 2024 Special Performance di Milieu Space, Surabaya.
Perjalanan Christopher yang bercita-cita menjadi seorang peneliti ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Selama ada usaha dan keberanian mencoba, setiap orang berpeluang membuka jalan baru dalam hidupnya.





































