GRESIK | duta.co – Banjir yang mengepung Kecamatan Cerme, Gresik, dan sempat melumpuhkan jalur Gresik-Surabaya, Kamis (21/3/2019), mendapat perhatian Banteng Muda Indonesia (BMI) PAC Cerme dengan mengalang aksi sosial.

Genangan air hingga setinggi lutut merendam kawasan Cerme sejak Selasa (19/3/2019) lalu itu menghambat aktivitas warga. Bahkan, para pelajar yang hendak ke sekolah harus menerobos banjir yang menembus hingga jalan perkampungan.

Musibah musiman yang datang rutin tiap tahun itu mendapat perhatian BMI Cerme, dengan melakukan pembersihan enceng gondok serta sampah yang menyumbat sejumlah titik saluran air.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) BMI Cerme, Harianto mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan pembersihan saluran air sehingga genangan air perlahan menyusut.

“Kami melakukan pembersihan  enceng gondok dan sejumlah saluran air agar banjir cepat menyusut. Itu semua kami lakukan karena gak tega melihat adik-adik sekolah yang terganggu saat berangkat dan pulang. Belum lagi ada warga yang kendaraannya mogok saat beraktivitas,” terangnya.

“Kami juga mengajak kepada para pemuda di Cerme dan Gresik untuk lebih peduli terhadap lingkungan agar banjir semacam ini tak terulang lagi tahun depan,” tambahnya.

Selain menjadi sukarelawan pembersih saluran air, BMI Cerme juga memberikan bantauan paket sembako terhadap 74 kepala keluarga dari 4 desa yang terdampak banjir. “Ada empat desa yang paling parah, yakni Morowudi Wetan, Morowudi Kulon, Ngebret dan Ngepungsari,” pungkas Harianto.

BMI Cerme memberikan bantuan sembako kepada warga korban banjir

Sementara Sulasmi (54) salah satu korban Banjir yang mendapat bantuan sembako, mengaku sangat senang atas tindakan BMI Cerme yang tanggap dan peduli para korban banjir. ”Kami sangat terbantu sekali. Semoga pemuda disini bisa lebih peduli lingkungan, agar kejadian serupa tidak terjadi tahun depan,” ungkapnya singkat.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.