Petugas menjelaskan sistem kerja di pelabuhan kepada sejumlah Siswa di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Surabaya, Senin (6/7/2026). Ridho/Duta

SURABAYA | duta.co – Mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan yang edukatif dan seru, PT Pelindo Terminal Petikemas sukses meluncurkan program Portground untuk pertama kalinya. Program ini dirancang khusus mengenalkan dunia maritim dan kepelabuhanan kepada generasi muda sejak dini, menyasar siswa kelas 5 SD hingga SMP.

“Portground ini kami hadirkan untuk anak-anak di usia dini agar mereka jauh lebih mengerti dan mengenal terkait dengan pelabuhan,” ujar Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, di sela kegiatan yang berlangsung di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Senin.

“Harapannya, mereka bisa memahami bagaimana sistem kerja di pelabuhan serta mengenal Pelindo secara keseluruhan.”

Tidak ada materi yang menjemukan, Portground mengemas program ini secara interaktif melalui tiga sesi utama. Pelindo juga berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya untuk pelatihan kesiapsiagaan bencana.

Suasana kelas mendadak riuh dan penuh antusiasme saat tim BPBD Surabaya memulai simulasi tanggap darurat gempa bumi di dalam gedung. Tanpa rasa canggung, para siswa dengan sigap mempraktikkan instruksi keselamatan, mereka serentak menutup kepala dengan kedua tangan dan langsung berlindung di bawah meja masing-masing. Begitu simulasi gempa dinyatakan reda, dengan tertib namun penuh semangat, anak-anak tersebut segera keluar gedung menuju titik kumpul yang aman. Sesi ini berhasil menanamkan budaya keselamatan sejak dini dengan cara yang sangat menyenangkan bagi mereka.

Puncak kegembiraan para peserta terlihat saat mereka diajak untuk melakukan kunjungan lapangan langsung ke area operasional terminal. Sebelum memasuki kawasan steril, para siswa tampak sangat bangga dan disiplin mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Sambil memahami pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mereka sangat antusias menyaksikan langsung megahnya aktivitas bongkar muat di dermaga.

Petugas menjelaskan sistem kerja pusat kontrol aktifitas pelabuhan kepada sejumlah Siswa di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Surabaya, Senin (6/7/2026). Ridho/Duta

“Yang paling penting, mereka kami turunkan langsung ke lapangan supaya mengerti bagaimana proses bongkar muat, mulai dari kapal datang, bersandar, sampai nanti kapal itu keluar dari pelabuhan,” tambah Widyaswendra.

Pengalaman melihat langsung raksasa-raksasa besi pemindah kontainer ini diharapkan dapat menumbuhkan minat serta kecintaan generasi muda terhadap sektor maritim dan logistik nasional.

“Siapa tahu, mereka nanti bisa menjadi pemimpin-pemimpin Pelindo di masa depan,” selorohnya optimis.

Program perdana ini rupanya memicu animo yang luar biasa dari masyarakat. Sejak pendaftaran dibuka secara daring (online), tercatat hampir 1.000 siswa yang mendaftar. Namun, demi menjaga efektivitas proses pembelajaran dan kedisiplinan di area pelabuhan, pihak Pelindo menerapkan kuota dan memilih 50 peserta terbaik untuk angkatan pertama ini.

Melihat kesuksesan dan kebahagiaan yang terpancar dari para peserta, PT Pelindo Terminal Petikemas berencana untuk menjadikan Portground sebagai agenda berkala.

“Mudah-mudahan jika hasil evaluasi pelaksanaan perdana ini berjalan dengan baik, program Portground ini bisa kita selenggarakan secara rutin setiap masa libur sekolah,” pungkas Widyaswendra. Rid

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry