
TULUNGAGUNG | duta.co – Pencegahan stunting menjadi fokus utama Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, saat menggelar penjaringan aspirasi di wilayah konstituennya di Kabupaten Tulungagung.
Jairi menilai pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, salah satunya melalui optimalisasi peran posyandu. Saat mengunjungi posyandu di Kediri, ia menemukan bahwa setiap desa rata-rata mencatat angka kelahiran 40–50 bayi per tahun.
“Dalam jumlah kelahiran tersebut masih ditemui bayi yang diindikasikan stunting. Meski tidak banyak, hal ini tetap menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, pada Rabu (19/11/2025).
Karena itu, ia mendorong Dinas Kesehatan Jawa Timur untuk semakin memaksifkan program pelatihan guna menambah wawasan kader posyandu, ibu hamil, serta ibu muda yang memiliki anak di bawah usia tiga tahun.
Dalam reses tersebut, Jairi memang memfokuskan kegiatan pada upaya antisipasi stunting dengan menghadirkan kader posyandu, ibu hamil, dan para ibu yang memiliki batita. Kegiatan ini bertujuan menggali persoalan pengasuhan bayi sejak dalam kandungan hingga melewati golden age.
“Reses ini berfokus pada bagaimana bayi sejak lahir bisa mendapatkan cakupan gizi yang cukup, ASI eksklusif, serta persiapan makanan setelah masa ASI eksklusif (enam bulan pertama),” jelasnya.
Cakupan gizi tersebut mencakup pengetahuan tentang Makanan Pendamping ASI (MPASI), termasuk bahan, cara pengolahan, hingga waktu yang tepat untuk mengenalkannya kepada bayi.
Meskipun berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 prevalensi stunting di Kabupaten Tulungagung tercatat 13,70 persen lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur yang mencapai 14,7 persen Jairi berkomitmen untuk terus menurunkannya dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, peserta reses, Rina Yunita dari Kecamatan Kedungwaru, mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan serta ruang berdiskusi mengenai tumbuh kembang anak. Hal senada disampaikan Fitri, peserta lainnya, yang merasa terbantu dengan penjelasan dokter terkait kesehatan bayi dan anak, termasuk pemahaman tentang MPASI. (rud)






































