Tim Trinova (Grace-Informatika, Gibran-Informatika, Nevia-Bisnis Digital) dari Telkom University Surabaya menghadirkan inovasi digital untuk membantu masyarakat mengenali risiko stunting sejak dini (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Tim Trinova (Grace-Informatika, Gibran-Informatika, Nevia-Bisnis Digital) dari Telkom University Surabaya menghadirkan inovasi digital untuk membantu masyarakat mengenali risiko stunting sejak dini melalui sebuah aplikasi berbasis web yang dapat diakses tanpa perlu mengunduh aplikasi. Inovasi ini dikembangkan dalam rangka mengikuti kompetisi inovasi sosial 6th Innovillage 2025 pada bidang kesehatan.

Aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pengguna melakukan deteksi dini risiko stunting secara mandiri. Berbeda dari aplikasi kesehatan pada umumnya, platform ini dapat diakses langsung melalui browser di ponsel sehingga lebih praktis digunakan oleh masyarakat.

Melalui sistem ini, pengguna dapat melakukan pengecekan risiko stunting pada dirinya sendiri, terutama untuk mengetahui potensi risiko saat mengandung atau melahirkan anak di masa mendatang. Selain itu, aplikasi juga menyediakan fitur untuk memeriksa kondisi anak usia di bawah lima tahun guna mengetahui apakah anak berpotensi mengalami stunting.

“Risiko stunting itu bukan cuma masalah kesehatan, tapi juga masalah sosial,” ujar Ibu Ida selaku bidan setempat.

Aplikasi ini telah melalui tahap uji coba kepada masyarakat di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan kepada warga untuk mencoba langsung fitur-fitur aplikasi.

“Bagus, kami mudah untuk mengakses karena sekarang kontrol stunting ini mulai dari catin atau calon pengantin,” kata Ibu Kepala Desa Siwalanpanji.

Untuk menggunakan layanan tersebut, pengguna cukup membuat akun dan memasukkan sejumlah data kesehatan dasar. Dengan teknologi AI, sistem kemudian akan menganalisis data memberikan indikasi risiko stunting beserta informasi edukasi terkait pencegahan. Platform ini dapat diakses secara langsung melalui situs genystuntcare.com, sehingga pengguna cukup membuka tautan tersebut tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan di ponsel.

Melalui inovasi ini, Telkom University Surabaya berharap masyarakat dapat lebih mudah memahami risiko stunting serta melakukan deteksi awal hanya melalui ponsel mereka di rumah. Dengan konsep “cegah stunting sambil rebahan”, masyarakat kini dapat mengenali risiko stunting secara lebih praktis melalui platform digital yang mudah diakses kapan saja.

GENY-stuntcare: Bantu Deteksi Risiko Stunting Lewat Ponsel

Upaya pencegahan stunting kini semakin mudah dilakukan berkat inovasi digital yang dikembangkan Tim Trinova (Grace-Informatika, Gibran-Informatika, Nevia-Bisnis Digital) dari Telkom University Surabaya. Melalui sebuah platform berbasis web bernama GENY-Stuntcare, masyarakat dapat melakukan deteksi dini risiko stunting hanya melalui ponsel tanpa perlu mengunduh aplikasi.

Platform yang dapat diakses melalui genystuntcare.com ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pengguna memahami potensi risiko stunting sejak dini. Dengan sistem berbasis web, siapa pun dapat mengakses layanan ini kapan saja dan di mana saja hanya melalui browser. Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam ajang inovasi sosial 6th Innovillage 2025 pada bidang kesehatan.

GenystuntCare dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok pengguna. “Risiko stunting itu bukan cuma masalah kesehatan, tapi juga masalah sosial,” ujar Bu Ida selaku bidan di Pustu Desa Siwalanpanji. Ia menambahkan bahwa faktor ekonomi, pola asuh, hingga pengetahuan gizi keluarga turut memengaruhi terjadinya stunting.

Tidak hanya untuk ibu atau balita, platform ini juga menyediakan fitur deteksi risiko stunting bagi remaja putri dan perempuan dewasa, sehingga kesadaran pencegahan dapat dimulai bahkan sebelum masa kehamilan. Selain itu, platform ini juga menyediakan fitur pemeriksaan bagi anak usia di bawah lima tahun untuk membantu orang tua mengetahui apakah anak mereka berpotensi mengalami stunting.

Pengguna cukup membuat akun dan mengisi beberapa data dan sistem kemudian akan memproses informasi tersebut untuk memberikan indikasi risiko stunting serta rekomendasi edukasi yang mudah dipahami.

Sebagai bagian dari implementasi inovasi, tim mahasiswa melakukan uji coba aplikasi kepada masyarakat di Desa Siwalanpanji yang berada di wilayah Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, warga diajak mencoba langsung platform GenystuntCare melalui ponsel mereka. Sosialisasi ini melibatkan berbagai pihak. “Bagus, kami mudah untuk mengakses karena sekarang kontrol stunting ini mulai dari catin atau calon pengantin,” komentar ibu Kepala Desa Siwalanpanji.

Melalui GenystuntCare, tim mahasiswa Telkom University Surabaya berharap masyarakat dapat lebih memahami risiko stunting sekaligus meningkatkan literasi kesehatan secara mandiri. Dengan konsep yang sederhana dan mudah diakses, masyarakat kini dapat melakukan deteksi awal stunting hanya melalui ponsel, bahkan dari rumah.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat menjadi solusi praktis dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga sejak dini. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry