BOJONEGORO | duta.co – Guna mencegah stunting di Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana mengerahkan 3006 personel yang tersebar di 28 kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera (KBKS), DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, Supardi menyebutkan, 3.006 personel itu akan dipecah menjadi 1.002 Tim Pendamping Keluarga (TPK), dimana masing-masing tim berisikan 3 anggota.

“Unsurnya dari Bidan,PKK setempat, dan kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) DP3AKB,” ucapnya, Jum’at (29/7/2022).

Tugas dari TPK yakni mendampingi calon pengantin, ibu hamil, pasca persalinan, dan pasangan usia subur. Semua itu dilakukan dalam rangka pencegahan stunting.

“Jadi ini sifatnya mencegah, bukan mengobati,” lanjut Supardi.

Menurutnya, tim yang diterjunkan itu memiliki peran penting dalam mendukung program strategis nasional agar berjalan dengan baik. Karena stunting menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian utama dari Presiden dan Wakil Presiden.

“Tim ini memiliki peran penting dalam mencegah stunting yang sudah jadi perhatian utama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” imbuhnya.

Mereka (Tim Pendamping Keluarga) juga telah dibekali pelatihan pemantapan TPK pada tanggal 23 Juni – 8 Juli 2022 lalu dengan narasumber dari Koordinator Penyuluh KB kecamatan, Ketua IBI, Ketua PKK, dan Pejabat DP3AKB Kabupaten Bojonegoro.

“Para narasumbernya juga sudah dibekali dengan pelatihan TOF (training of fasilitator) dari kantor pusat BKKBN & perwakilan BKKBN pusat di Jatim,” pungkasnya. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry