Imamatul Faizah, SKep.Ns, MTr. Kep – Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK)

KECACATAN akibat stroke merupakan masalah kesehatan utama baik di negara maju maupun negara berkembang. Angka kecacatan akibat stroke lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian penderita stroke dengan perbandingan 4 banding 1.

Kecacatan dapat berupa penurunan fungsi kekuatan otot dan kemampuan berpikir, yang berakibat pada kemampuan untuk berpindah posisi. Kemandirian seseorang setelah terserang stroke merupakan prioritas utama yang ingin dicapai pasien maupun keluarga.

World Stroke Organization menyatakan bahwa stroke menyerang 795.000 orang di Amerika Serikat setiap tahunnya. Pada 610.000 orang merupakan serangan pertama dan 185.000 merupakan stroke berulang.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Empat juta orang Amerika Serikat yang hidup post stroke, 15-30% mengalami kecacatan menetap. Prevalensi penderita stroke (per mil) berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 10.9 %, dan di Jawa Timur sebanyak 12.4%.

Pada pasien stroke mengalami gangguan pada aliran darah otak, sel otak mengalami sumbatan dan terjadi gangguan transport ion elektrolit dalam tubuh. Sehingga proses metabolism dalam tubuh terganggu dan menjadi penyebab lamanya pengobatan setelah terserang stroke.

Proses terjadinya sumbatan pada otak berlangsung secara cepat sehingga penanganan stroke harus tepat, cepat dan segera. Faktor resiko penyebab salah satunya yakni hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi dapat menyebabkan pecahnya atau menyempitnya pembuluh darah otak. Apabila pembuluh darah otak pecah.

Maka, timbul perdarahan otak, dan apabila pembuluh darah otak menyempit maka aliran darah ke otak akan terganggu dan sel-sel otak akan mengalami kematian. Latihan fisik pada penderita hipertensi perlu diberikan untuk mengatasi dan mengendalikan kejadian stroke.

Latihan fisik yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan stroke adalah Bobath Therapy. Tehnik Bobath Therapy merupakan latihan yang memberikan ransangan terhadap otak untuk meningkatkan kebutuhan dari mekanisme perkembangan saraf.

Latihan  pada otot-otot wajah, tangan, punggung dan kaki dapat menghasilkan peningkatan kelancaran aliran darah di otak sehingga mengurangi angka kejadian sumbatan pada otak.

Latihan bobath therapy  dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain. Kegiatan ini hanya membutuhkan 30 menit dan dapat dilakukan saat bangun tidur hendak beranjak dari tempat tidur.

Nantinya kegiatan ini dapat dilakukan sebagai runititas sehari-hari untuk proses peningkatan kekuatan otot.

Rangkaian bobath therapy terdiri dari : 

(1) latihan otot perut dengan cara terlentang dengan kaki ditekuk kemudian angkat badan Anda dengan tumpuhan pada punggung.

(2) latihan otot panggul dengan cara seperti menahan buang air kecil.

 (3) duduk bersandar bantal/kursi dengan posisi kedua tangan diangkat sejajar dengan bahu dan lakukan pemijatan diarea siku.

 (4) duduk di tepi tempat tidur/kursi dengan mengangat kedua kaki. Rangkaian latihan ini dapat dilakukan dengan pengulangan 8 kali setiap gerakan.  Konsistensi latihan merupakan kunci utama dalam hal pencegahan terhadap stroke.  *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry