DARURAT- Indonesia sudah darurat narkoba. Barang haram ini tidak hanya menyasar kelompok dewasa, bahkan anak-anak sudah menjadi korban. Tampak sejumlah anak diamankan petugas untuk dilakukan rehabilitasi. (FT/islamonline.com)
DARURAT- Indonesia sudah darurat narkoba. Barang haram ini tidak hanya menyasar kelompok dewasa, bahkan anak-anak sudah menjadi korban. Tampak sejumlah anak diamankan petugas untuk dilakukan rehabilitasi. (FT/islamonline.com)

JAKARTA | duta.co — Peredaran Narkotika di Indonesia tak lagi melihat usia. Tak sedikit anak-anak juga kerap jadi incaran korban Narkotika oleh para pebisnis barang haram itu.

Berakal pendek, anak-anak gampang terbuai rayuan lembah hitam Narkotika. Jika itu terjadi, dipastikan nasib bangsa ini semakin suram.

Menghindari hal tersebut, Tiga Pilar Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat gencar melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) kepada warganya. Tak terkecuali, Babinsa Koramil 01/TS Serka Muslih, didampingi Lurah Keagungan, Suspinah yang kerap melakukan Komsos itu.

“Kita himbau agar para orang tua lebih peka memperhatikan anak-anaknya dari bahaya Narkotika,” ujar Serka Muslih kepada warga di Sekretariat Pos RT09/02, Jalan Keadilan Dalam, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (3/1/2017)

Tak bisa dipungkiri, Taman Sari menjadi salah satu wilayah rawan Narkotika di Jakarta Barat. Wilayah surga hiburan malam itu, justru kerap disasar para pebisnis Narkotika hingga kependuduk sekitar. Benteng tinggi pencegahan Narkotika dinilai harus dibangun sedini mungkin.

“Jaga anak-anak dari Narkotika, agar nasib bangsa ini semakin membaik,” ucapnya.

Sementara itu, dengan sifat keibuannya, Lurah Keagungan, Suspinah mengatakan, meski aparat dan pejabat wilayah turut membantu pencegahan Narkotika. Namun, lingkungan keluarga tetap menjadi benteng utama pencegahan Narkotika.

“Pencegahan dimulai dari keluarga. Anggota keluarga harus saling peduli, agar tak terjerumus Narkotika,” tutupnya. (dar)

Tinggalkan Balasan