SURABAYA | duta.co – Pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan KKN 2021 yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Surabaya mengambil tema Kembali ke Desa (Back To Village/BTV) .

Tema BTV sengaja diambil untuk mengadaptasi situasi pandemi, yang bertujuan untuk meminimalisasi mobilisasi serta menumbuhkan kreativitas dan jiwa pengabdian mahasiswa di lingkungan mereka tinggal. Sehingga saat kelak terjun di masyarakat mahasiswa tidak merasa canggung lagi.

Sebanyak 13 mahasiswa lintas prodi yang tergabung dalam kelompok KKN BTV Sukolilo 2 ini melaksanakan kegiatan KKN di wilayah RT 04 RW 08 Keputih Tegal Timur Baru sejak 29 Juli 2021 hingga 28 Agustus 2021.

Beberapa kegiatan yang menjadi program kerja mereka di antaranya, penyemprotan disinfektan ke 180 rumah warga, edukasi pencegahan Covid-19, pembagian masker, renovasi taman baca, pedampingan belajar anak-anak, membuat arena dolanan tradisional, penanaman jahe merah, pelatihan marketing online edukasi penggunaan sosmed dan internet sehat, pemerikasaan kesehatan gratis serta program pembuatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Hidroponik.

“Kami berharap kegiatan yang kami laksanakan dapat menjadi solusi dan membantu menjawab permasalahan warga di wilayah ini,” jelas Supriyono, Ketua kelompok KKN BTV Sukolilo 2, Sabtu (14/8/2021).

Kehadiran mahasiswa KKN dari UM Surabaya, disambut baik oleh warga Keputih Tegal Timur Baru. Pengurus RT, ibu-ibu PKK dan remaja karang taruna sangat terbuka dan bersinergi dengan mahasiswa KKN.

Soepriadi, Ketua RT 04 RW 08 Keputih Tegal Timur Baru mengatakan, kehadiran mahasiswa KKN UM Surabaya sangat membantu warga di sana dan kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat RT 04 RW 08.

Mereka lanjutnya, melaksanakan kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi-bisnis, digitalisasi dan lingkungan. Kebetulan saat ini warga Keputih Tegal Timur Baru sedang membangun musholla secara swadaya.

“Saya dan seluruh warga RT 04 sangat terbantu oleh mas-mas dan mbak-mbak yang melaksanakan KKN di sini,” ungkap Soepriadi.

Meskipun jumlah peserta KKN BTV Sukolilo 2 cukup banyak namun dalam berkegiatan mereka melaksanakannya dengan sistem bergilir. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan saat berkegiatan dan tentunya kegiatan KKN tersebut tetap mengutamakan protokol kesehatan sesuai dengan imbauan Rektor dan LPPM UM Surabaya.

“Dalam melaksanakan kegiatan kelompok kami selalu memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan arahan Pak Rektor,” tandas Supriyono. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry