Siti Damawiyah, S.Kep., Ns., M.Kep – Dosen Keperawatan Medikal Bedah

KEHIDUPAN sehari-hari yang di penuhi dengan aktivitas yang melelahkan membuat kita semua lupa dan tidak peduli akan kesehatan kita. Pada awalnya seseorang yang membentuk suatu kebiasaan, namun akhirnya seseorang itu pula yang dikendalikan oleh kebiasaan, salah satunya adalah kebiasaan dalam aktivitas melihat.

Mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah, tak sadar karena terlalu sering berhadapan dengan komputer dan bersantai dengan menonton TV atau bermain Play Station, mata kita mengalami kerusakan. Bila sudah begitu kita diwajibkan untuk menggunakan kaca mata agar mata kita dapat berfungsi dengan baik.

Penggunaan teknologi maju sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia secara luas namun bila tanpa disertai pengendalian yang tepat akan dapat merugikan manusia sendiri.

Perubahan zaman saat ini membuat anak-anak sekolah lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi, membaca komik atau bacaan lainya, main game di laptop, handphone atau tabet yang berlebihan sehingga membuat penurunan tajam penglihatan bagi anak-anak. Kelainan tajam penglihatan pada anak usia sekolah merupakan masalah kesehatan yang penting.

Saat ini sangat kurang perhatian mengenai gangguan penglihatan khususnya pada anak sekolah padahal lingkungan belajar yang tidak baik menjadi salah satu pemicu terjadinya penurunan ketajaman penglihatan pada anak.

Seperti membaca tulisan di papan tulis dengan jarak yang terlalu jauh tanpa didukung oleh pencahayaan kelas yang memadai, anak membaca buku dengan jarak yang terlalu dekat, dan sarana prasarana sekolah yang tidak ergonomis saat proses belajar mengajar.

Myopia atau rabun jauh atau mata minus adalah salah satu penyebab penurunan ketajaman penglihatan pada anak-anak, sedangkan penglihatan yang baik sangat penting dalam proses belajar mengajar.

Miopia atau rabun jauh atau mata minus adalah suatu bentuk kelainan refraksi dimana sinar-sinar sejajar akan dibiaskan pada suatu titik di depan retina pada mata tanpa akomodasi. Akomodasi adalah kemampuan mata untuk mengubah daya bias lensa dengan kontraksi otot siliar yang menyebabkan penambahan tebal dan kecembungan lensa sehingga bayangan pada jarak yang berbeda-beda akan terfokus di retina.

Penyebab miopi atau mata minus dapat bersifat keturunan (genetik/herediter), ketegangan visual atau faktor lingkungan. Faktor penyebab mata minus salah satunya adalah faktor genetik, jika salah satu orangtua atau didalam keluarganya ada yang menggunakan kacamata, kemungkinan anaknya juga bisa menggunakan kacamata.

Diduga ada gen tertentu di dalam tubuh yang membawa gen mata minus sehingga menyebabkan mata minus ini menjadi masalah genetik. Jika wanita memiliki minus tinggi sebaiknya cari pasangan yang matanya masih normal. Karena ada kemungkinan gen mata minus ini bisa tertutup oleh gen mata normal dari suaminya dan atau sebaliknya.

Bila pada kedua orang tua menderita miopia kemungkinan anak – anak mereka akan lebih banyak yang menderita miopia dibandingkan dengan salah satu orang tua yang menderita atau tidak sama sekali orang tuanya menderita miopia.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan individu adalah faktor keturunan yang merupakan pembawaan sejak lahir atau berdasarkan gen yang dimiliki orang tuanya, seperti :  struktur fisik dan kecakapan potensial (bakat dan kecerdasan).

Berbeda dengan faktor lingkungan, faktor keturunan pada umumnya cenderung bersifat kodrati yang sulit untuk dimodifikasi. Seberapa kuat pengaruh keturunan sangat bergantung pada besarnya kualitas gen yang dimiliki oleh orang tuanya (ayah atau ibu).

Bahwa penurunan sifat pembawaan dari orang tua kepada anak-anaknya akan bervariasi, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini disebabkan karena pada waktu terjadinya pembuahan komposisi gen berbeda-beda, baik yang berasal dari ayah maupun ibu.

Karena itu, akan didapati beberapa perbedaan sifat dan ciri-ciri perilaku individu dari orang yang bersaudara, walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama, sehingga mungkin saja kakaknya lebih banyak menyerupai sifat dan ciri-ciri perilaku ayahnya sedangkan adiknya lebih banyak menyerupai sifat dan ciri-ciri perilaku ibunya atau sebaliknya.

Penyebab lain mata minus adalah karena terjadinya ketegangan visual yaitu mata  cepat merasa lelah akibat sering membaca dalam jarak dekat atau terlalu lama berada di depan komputer, membaca sambil tidur-tiduran, membaca di tempat yang gelap, dan  membaca di bawah sinar matahari langsung yang silau.

Di saat membaca dengan kondisi seperti diatas otot-otot di sekitar bola mata mengalami kontraksi atau penegangan yang berlebihan. Kalau kontraksi otot mata berlangsung terus, maka bola mata bisa semakin memanjang.

Miopia terjadi jika lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina.Keluhan utamanya adalah penglihatan yang kabur saat melihat jauh tetapi jelas untuk melihat dekat, kadang kepala terasa sakit atau mata terasa lelah misalnya saat berolah raga atau mengemudi.

Pemeriksaan rutin pada mata sebaiknya dimulai pada usia dini. Pada anak usia 2,5-5 tahun, skrining mata perlu dilakukan untuk mendeteksi apakah menderita gangguan tajam penglihatan yang nantinya akan mengganggu aktivitas di sekolahnya.

Masalah penyakit mata pada anak dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan mata secara dini untuk mengetahui status ketajaman penglihatan yaitu dengan menggunakan Snellen card (kartu Snellen).  *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.