
SURABAYA I duta.co – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga mengancam sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat. Kerusakan lahan dan potensi gagal panen dikhawatirkan berimbas pada ketersediaan pangan serta memicu inflasi daerah apabila tidak segera ditangani.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem, Sumarmi Rasit, meminta Pemerintah Kabupaten Probolinggo segera mengambil langkah konkret untuk melindungi petani terdampak banjir.
Menurutnya, langkah mendesak yang perlu dilakukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo adalah melakukan upaya penyelamatan gabah petani yang masih bisa diselamatkan, baik melalui bantuan pengeringan, fasilitasi alat pascapanen, maupun koordinasi penyerapan hasil panen agar petani tidak mengalami kerugian lebih besar.
Selain itu, Sumarmi Rasit mendorong Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui dinas pertanian untuk memberikan subsidi benih kepada petani yang masa tanamnya masih di bawah satu bulan agar mereka dapat segera menanam ulang setelah banjir surut.
“Petani kita tidak boleh menanggung kerugian sendirian. Pemerintah Kabupaten Probolinggo harus hadir melalui penyelamatan gabah dan bantuan benih agar produksi pangan tetap terjaga,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia juga menekankan pentingnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengaktifkan program asuransi pertanian yang telah lama digagas di tingkat provinsi, sehingga petani memiliki perlindungan ketika terjadi bencana alam seperti banjir.
Sumarmi Rasit menilai langkah cepat Pemerintah Kabupaten Probolinggo sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan di Kabupaten Probolinggo sekaligus menekan potensi inflasi akibat berkurangnya hasil panen.
“Kita harus bergerak cepat. Jika sektor pertanian terganggu, dampaknya bukan hanya pada petani, tetapi juga pada harga pangan dan daya beli masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama dinas terkait segera melakukan pendataan kerusakan lahan secara menyeluruh dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran agar petani dapat kembali berproduksi dan ekonomi masyarakat segera pulih. (zi)





































