SURABAYA – Langkah pencegahan mewabahnya nyamuk demam berdarah yang dilakukan tiga pilar Kelurahan Penjaringansari dengan mengajak Puskesmas patut diacungi jempol.

Pasalnya, sosialisasi kegiatan itu menyedot perhatian warga yang hadir dan memenuhi tempat Aula Kelurahan Penjaringansari, Sabtu (23/2) malam.

“Jelas ini menjadi perhatian bersama dalam mencegah penyebaran nyamuk aedes aegepty. Apalagi sosialisasi ini dilakukan langsung oleh pihak Puskesmas Penjaringansari,” ungkap Dewi salah satu perwakilan warga yang hadir.

Menanggapi banyaknya pertanyaan dari pengurus warga, Luluk Kepala Puskesmas Penjaringansari mengatakan bahwa kunci dari pencegahan bahaya nyamuk demam berdarah adalah kepedulian dari warga sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan lingkungan itu dimulai dari lingkungan rumah kita lalu lingkungan sekitar. Maka dari itu, diperlukan kepedulian sosial dengan mengajak warga lainnya ikut menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Ia menambahkan, demam berdarah dengue (DBD) beda dengan demam berdarah biasa. DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.

“Gejalanya adalah demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Apabila keluarga kita mempunyai keluhan gejala itu maka harus secepatnya dibawah ke Puskesmas ataupun rumah sakit,” ujarnya.

Namun yang harus diingat, tegas Luluk, upaya pencegahan demam berdarah tetap perlu dilakukan setiap saat, terutama saat musim hujan, karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Langkah-langkah pencegahan 3M yang artinya mengubur, menguras, dan menutup adalah masih ampuh dan perlu terus diterapkan. Selebihnya, menjaga kebersihan rumah merupakan kunci utama untuk mencegah nyamuk bersarang di dalam dan di sekitar rumah,” iimbau Luluk didepan warga yang hadir.

Ditempat yang sama, Serka Yulianto babinsa Penjaringansari juga ikut menghimbau kepada warga untuk menggiatkan kerja bakti lingkungan, selain menjaga kebersihan rumah dengan menerapkan 3M.

“Walaupun warga Penjaringansari punya kepedulian tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan, tapi tetap saja kita harus terus mewaspadai dan mengantisipasi bahaya demam berdarah khususnya di musim penghujan saat ini,” singkatnya. (nzm/and)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.