Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Dok. Humas Pemprov)

‎TRENGGALEK | ‪duta.co‬ – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau progres pembangunan tanggul bronjong di aliran Sungai Gedangan, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, pada Kamis (4/12/2025).

‎Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan tanggul bronjong sepanjang 654 meter dengan tinggi ±5,5 meter, bangunan groundsill sepanjang 53 meter dengan tinggi ±3 meter, tiga unit krib setinggi 4 meter, serta pipanisasi sepanjang 158,5 meter telah rampung 100 persen.

‎“Apa yang menjadi tujuan besar Presiden Prabowo mengenai swasembada pangan tidak mungkin tercapai jika irigasi teknis tidak berjalan lancar. Irigasi teknis ini sangat berkaitan dengan proses yang kerap terdampak banjir serta pengalihan aliran sungai,” jelas Khofifah.

‎Ia menambahkan, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkab Trenggalek setelah banjir merusak saluran irigasi yang mengairi 240 hektare sawah di lima desa: Gayam, Nglebeng, Panggul, Kertosono, dan Wonocoyo.

‎Khofifah berharap sistem pipanisasi dan bronjong yang telah dibangun dapat meningkatkan produktivitas petani, mengurangi risiko banjir, serta mencegah luapan air ke permukiman dan jalan raya.

‎“Air adalah kehidupan. Artinya, infrastruktur ini akan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat, terutama para petani. Pak Bupati tadi juga menyampaikan bahwa jika sebelumnya hanya satu kali panen, kini bisa tiga kali panen,” ujarnya.

‎Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas langkah cepat yang dilakukan. Ia mengatakan banjir yang terjadi sebelumnya merusak irigasi dan membuat petani tidak bisa berproduksi optimal.

‎“Terima kasih Ibu Gubernur. Alhamdulillah, ini merupakan gerak cepat dari provinsi. Dengan anggaran yang tidak sedikit, manfaatnya jauh lebih besar,” ungkapnya.

‎Bupati Arifin menambahkan, kondisi geografis Trenggalek yang sekitar 70 persen berupa kawasan perbukitan membuat lahan pertanian datar sangat terbatas. Karena itu, pembangunan tanggul bronjong dan pipanisasi ini menjadi solusi vital bagi para petani.

‎“Kami selalu senang berdiskusi dengan Ibu Gubernur, karena tidak hanya fokus pada pertanian semata, tetapi juga pada pendekatan agroekologis atau pertanian berbasis ekologi,” tambahnya.

‎Sebagai informasi, keseluruhan pekerjaan dibiayai melalui APBD Pemprov Jatim sebesar Rp15,85 miliar, termasuk pembangunan tanggul bronjong sepanjang 90 meter di Desa Panggul, Kecamatan Panggul. (rud)