
SURABAYA | duta.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur selaku Ketua Satgas Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan anggota Satgas PASTI Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pelindungan masyarakat melalui penguatan literasi keuangan bagi guru sebagai garda terdepan dalam membangun generasi yang cerdas finansial dan tangguh menghadapi aktivitas keuangan ilegal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Edukasi Guru SMA se-Jawa Timur bertema “Guru Cerdas Finansial: Bijak Kelola Keuangan, Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal” yang dibuka secara daring oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Satgas PASTI Provinsi Jawa Timur dalam memperluas edukasi keuangan melalui pendekatan multiplier effect, dengan menempatkan guru sebagai agen
literasi keuangan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan simbolis Agen Literasi Keuangan kepada dua guru oleh Horas V. M. Tarihoran dan Aries Agung Paewai, disaksikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, sebagai simbol penguatan peran guru dalam meningkatkan literasi keuangan dan mencegah aktivitas keuangan ilegal
Mewakili Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi utama dalam memperkuat pelindungan konsumen dan masyarakat di tengah semakin kompleksnya perkembangan sektor jasa keuangan.
“Pelindungan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Upaya tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi keuangan agar masyarakat memiliki kemampuan memahami manfaat dan risiko produk serta layanan jasa keuangan, mengambil keputusan keuangan secara bijak, serta mampu mengenali dan menghindari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal,” ujar Horas.
Urgensi penguatan literasi keuangan semakin nyata. Hingga 30 Juni 2026, Sistem Informasi Pelaksanaan Tugas Satgas PASTI (SIPASTI) telah menerima 22.206 pengaduan aktivitas keuangan ilegal, sedangkan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 608 ribu laporan penipuan, dengan Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah laporan tertinggi. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan.
Menurut Horas, guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun budaya cerdas finansial sejak dini. Melalui proses pembelajaran di sekolah, guru tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, dan perilaku generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara sehat, bertanggung jawab, serta memiliki kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.
“Guru merupakan agen literasi yang memiliki peran penting dalam membangun generasi yang cerdas finansial. Pengetahuan yang dimiliki guru akan memberikan dampak yang luas karena dapat diteruskan kepada peserta didik, keluarga, hingga masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi salah satu investasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai risiko di sektor jasa keuangan,” tambah Horas.
Dalam keynote speech-nya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan bahwa guru merupakan pilar penting dalam membangun budaya cerdas finansial di tengah pesatnya perkembangan era keuangan digital. Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, OJK,
dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat untuk mewujudkan Jawa Timur yang semakin cerdas finansial.
Kegiatan ini turut menghadirkan Wahyu Puspitaningrum, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan materi “Guru Cerdas Finansial: Bijak Kelola Keuangan, Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal”, serta Endin Jorgy, Cyber Security Researcher dan Founder Hacker Room Indonesia, yang membawakan materi “Cyber Security Awareness: Mengenali Ancaman Siber
dan Melindungi Diri dari Scam Digital”. Kedua materi tersebut membekali para guru dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta pentingnya keamanan digital dalam menghadapi berbagai modus penipuan berbasis siber Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang terus diperkuat OJK melalui kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung terwujudnya sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berintegritas. Imm






































