PENANAMAN : Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian LHK RI, Dr. Murdiyono bersama Wakil Bupati Noor Nahar Husain melakukan penanaman pohon mangrove di lokasi Wisata Pantai Sowan, Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar. Tuban (duta.co/syaiful adam)

TUBAN | duta.co –Upaya penyelamatan bibir pantai dari abrasi, ‎Inspektorat Jenderal Kementerian LHK RI bersama Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husain melakukan penanaman  mangrove di area Wana Wisata Pantai Sowan Desa Bogorejo, Bancar.

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 2800 pohon mangrove ditanam di salah satu tempat wisata pantai di Tuban, selain mangrove 500 bibit cemara laut dan 500 bibit tanaman Klenkeng dibagikan kepada para peserta‎.

‎Penamaan mangrove ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja (OASE) yang dibentuk Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla.

OASE bekerja sama dengan sejumlah kementerian, diataranya Kementerian LHK, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

‎Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian LHK RI, Dr. Murdiyono saat ditemui awak media dilokasi penanaman menyatakan,  terdapat 3 juta ha mangrove yang tersebar di wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut 69 persen tergolong baik, sedangkan 31 persen tergolong rusak.

“Lahan mangrove yang mengalami kerusakan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Pihaknya juga telah memiliki one map mangrove untuk memetakan wilayah mangrove yang baik maupun rusak,” jelasnya.

Lebih lanjut Murdiyono mengatakan Kementerian LHK RI saat ini terus berupaya merehabilitasi  mangrove yang tergolong rusak. Sesuai dengan intruski Presiden RI, perlu adanya peningkatan rehabilitasi lahan dan hutan.

Di samping itu, perlu keterlibatan peran serta institusi pemerintah, BUMN, swasta dan masyarakat untuk melakukan penanaman mangrove Murdiyono  menambahkan,  adanya Mangrove Center Jenu menjadi langkah yang luar biasa dalam upaya pelestarian dan pengembangan mangrove merupakan salah satu cara untuk menjaga bibir pantai dari abrasi‎

“Diharapkan Kabupaten Tuban dapat menjadi percontohan pengembangan dan budidaya mangrove bagi wilayah lainnya.  Kami mengapresiasi atas upaya dari masyarakat dan komunitas yang telah menanam mangrove secara swadaya,” ujarnya.‎

Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein,menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tuban mewakili Provinsi Jawa Timur. Penanaman mangrove ini serentak dilakukan di 12 provinsi rangka memperingati hari konservasi alam nasional.

“Kabupaten Tuban memiliki garis pantai sepanjang 65 KM, yang melintasi lima kecamatan. Dari total panjang pantai tersebut, 15 KM telah ditanami mangrove,” katanya.

Tidak hanya itu, Pemkab Tuban akan mensinergikan program di Diskanak dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban. Akan terus dikembangkan dengan berbagai program untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan ekosistem dan lingkungan.

“Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk nelayan,” imbuhnya.

Menurut Politisi asal Kecamatan Rengel ini budidaya mangrove,  membawa manfaat yang luar biasa. Diantaranya mencegah abrasi, sebagai ekosistem baru bagi hewan laut, serta mampu mengurangi polusi 5 kali lebih baik dan menghasilkan oksigen

“Kami berharap, berbagai program dari KLHK dapat sering dilakukan di Bumi Wali,” pungkas Noor Nahar Husain. (sad)‎