ATRAKSI : Salah satu atraksi budaya dalam Festival Kesenian Kawasan Selatan 2019 di Kabupaten Malang (duta.co/dok)

Oleh : Lesli Citra Pertiwi, S. Sos, Pamong Budaya Disbudpar Jatim

Kekayaan potensi wisata maupun budaya di Kawasan selatan Jawa Timur perlu dilestarikan agar dapat meningkatkan kualitas, kuantitas, dan intensitas apresiasi masyarakat terhadap produk pengembangan budaya dan wisata.  Salah satu usaha Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendorong dan memantik perkembangan tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan Festival Kesenian Kawasan Selatan yang merupakan perhelatan besar seni pertunjukan bertema Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas, Maju, dan Sejahtera) telah dilaksanakan 6-7 September 2019 melibatkan 8 (delapan) kabupaten di wilayah selatan Jawa Timur antara lain Kabupaten Malang sebagai tuan rumah, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Pacitan dimeriahkan pula dengan penampilan dari Kabupaten Kutai Barat sebagai peserta tamu.

Rangkaian kegiatan dimulai 6 September 2019 dengan Sarasehan Budaya di Pendopo Kecamatan Tumpang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Bapak Made Arya Wedanthara, SH, M. Si. Dilanjutkan diskusi panel dimoderatori Budayawan Bapak Henri Nur Cahyo dengan narasumber akademisi Unair Joko Susanto, S.IP, M. Sc yang menyampaikan materi tentang “Pengembangan Desa Wisata: Hakikat, Strategi, dan Prospek” dan Kepala Desa Pujon Kidul Bapak Udi Hartoko yang menyampaikan paparan mengenai “Pengelolaan Desa Wisata melalui Bumdes” di depan peserta sebanyak 100 (seratus) orang.

Antara lain perwakilan dari peserta FKKS dan Kelompok Sadar Wisata dari Kabupaten Malang. Terdapat diskusi yang alot perihal pengelolaan Desa Wisata agar dapat dimanfaatkan untuk pengembangan potensi wisata budaya dan antara menjadikan sebuah konsep desa wisata atau wisata desa, namun apapun sistem pengelolaannya diharapkan tujuan yang sama yakni mendongkrak ekonomi masyarakat melalui industri dan destinasi wisata melalui sebuah sistem organisasi masyarakat terkecil yakni desa.

Pembukaan dilaksanakan malam hari Tanggal 6 September 2019 di Lapangan Kecamatan Tumpang. Prosesi Pembukaan dimulai dengan Tari Selamat Datang “Pesona Kabupaten Malang” yang dipersembahkan oleh Tuan Rumah yakni dari Kabupaten Malang. Lalu dilanjutkan Laporan Ketua Panitia dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Bapak Sinarto, S.Kar, MM yang diawali dengan penyerahan trophy dan sertifikat peserta kepada perwakilan peserta FKKS 2019.

Selanjutnya ada sajian Sendratari “Adanu Ring” dari Kabupaten Malang kemudian prosesi penjemputan Plt. Bupati Malang menyampaikan Sambutan Selamat Datang. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bapak Heru Tjahjono didampingi Plt. Bupati Malang Bapak Sanusi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan pemukulan lesung, yang sebelumnya telah dilakukan prosesi penyerahan Pataka FKKS 2019 oleh Plt. Bupati Malang kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Lalu terdapat pula fashion batik yang menampilkan batik khas masing-masing peserta FKKS yang diperagakan dan didemonstrasikan oleh duta wisata.

Pada hari pertama setelah prosesi pembukaan selesai, dilanjutkan dengan penampilan dari 3 (tiga) daerah yakni Kabupaten Malang, Kutai Barat, Kab. Tulungagung. Pada tahun 2019 ini diikuti pula oleh peserta tamu / partisipasi dari Kabupaten Kutai Barat yang menampilkan Tari Ayaak Sentawar. Pada hari kedua, dimulai dengan pergelaran upacara adat oleh masing-masing peserta FKKS yang disaksikan oleh para pelajar dari TK, SD, SMA karena pergelaran ini sangat edukatif bagi mereka sebagai generasi muda dapat belajar mengenai etalase budaya berupa upacara adat dari kabupaten peserta FKKS.

Dilanjutkan dengan pergelaran seni pertunjukan serta prosesi penutupan pada malam harinya. Penutupan oleh Asisten Pemerintahan dan Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Malang diawali dengan penyerahan pataka kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah FKKS Tahun 2020. Selama dua hari tersebut, terdapat pula pameran produk budaya dan wisata yang ditampilkan oleh masing-masing kabupaten peserta FKKS, ada pula stand pameran dari Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, dan Kecamatan Tumpang. Hal yang istimewa pada FKKS tahun ini adalah penghargaan khusus bagi desain busana batik terbaik yang dimenangkan oleh Kabupaten Lumajang. Selama 2 hari kegiatan selalu dipadati banyak penonton yang menyaksikan, hal ini membuktikan bahwa kesenian tradisi masih diminati oleh masyarakat.

Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam kegiatan FKKS tahun ini adalah perlunya sebuah kerjasama dengan beberapa biro perjalanan untuk membuat paket wisata selain untuk melihat FKKS juga dirangkai dengan kunjungan ke destinasi wisata/budaya tuan rumah agar gema dari kegiatan ini lebih dirasakan oleh masyarakat sekitar. Karena dengan banyaknya wisatawan akan meningkatkan pendapatan di sektor akomodasi/penginapan dan industri kuliner dan produk kerajinan tangan berupa restoran/depot atau sentra oleh-oleh karena keberhasilan sebuah kegiatan tentunya adalah apabila dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat.

Kedua adalah kurangnya partipasi dari perangkat Kabupaten Malang dalam mengisi stand pameran sehingga dirasa sangat sepi, mungkin dapat dihimbau pada tuan rumah tahun depan untuk lebih meningkatkan dan memberi ruang partisipasi dari industri koperasi, UMKM, maupun desa wisata agar dapat mempromosikan produk andalan sehingga kebermanfaatan juga dirasakan oleh tuan rumah. Ketiga adalah penggunaan unsur api dalam tarian selamat datang yakni pada barong yang menyemburkan api dan faero yang dipegang beberapa penari. Penggunaan unsur api masih dinilai berbahaya bagi keselamatan penonton maupun penari sendiri karena situasi di lapangan terdapat angin yang agak kencang sehingga dapat beresiko kecelakaan yang seharusnya dapat dihindari dengan tidak perlu menggunakan unsur api sebagai elemen pertunjukan.

Tapi untungnya di lapangan tidak terjadi resiko yang dikhawatirkan. Terlepas dari beberapa kekurangan, kegiatan FKKS tahun ini tetap semarak seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga tahun mendatang di Kabupaten Pacitan dengan melakukan beberapa pembenahan berdasarkan evaluasi dari kegiatan tahun ini, FKKS 2020 diharapkan dapat menjadi pendongkrak motivasi daerah dalam menciptakan festival-festival yang mempromosikan wisata dan budaya mereka masing-masing. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry