Oleh: Firman Syah Ali

TADI malam di Ponpes Nurul Hidayat Sumber Lancar Tlanakan berkumpul sekitar dua puluh Kiai dari seluruh penjuru Pamekasan. Kiai muda sekaligus sang pengasih Ponpes, KHR Ahmad Qudsi Su’udi bertindak sebagai shohibul bait, shohibul makan wal makanan.

Diantara yang hadir dalam pertemuan anjangsana tersebut adalah KHR Su’adi Masyhuri (Bhuju’ Toronan VII), KHRM Hamidy (Bhuju’ Bagandan VIII), KHRM Makhrus Maliji (Pengasuh Ponpes Az-zubair Sumberanyar), KHR Baqir Mashudi (Pengasuh Ponpes Nurul Falah Mapper Proppo), KHR Abdul Hamid Roqib Suryodirjo (Munsib Madura), KHR Mun’im Sholeh (Peneliti Nasab), R Firman Syah Ali/Kak Mamang (sesepuh Madura), KHR Ahmad Qudsi Su’udi (Pengasuh Ponpes Nurul Hidayah Sumberlancar), KHR Sufandi (Munsib Toronan), Lora R Agung Saleh Seddur Pakong, HR Abdul Hamid Ro’ie Toronan, Lora R Moh Tohir Muntaha Toronan, R Moh Subhan Sekjen NAAT (akademisi), KHR Umar Faruq Soklancar, KHR Mahfud Bagus Sumberanyar, KHR Zainul Hasan Sumberlancar, Lora R Subki Abdul Hamid Muallim Dewan Pengasuh Ponpes Sa’angan (Juk Lanceng) dan R Sipul Hasyim (Juk Lanceng).

Pertemuan tadi malam adalah spontanitas kesekian kalinya yang dilakukan oleh para potoh bhuju’/dzurriyah wali di Pamekasan yang terjadi dengan penuh semangat kerinduan dan kekeluargaan.

Mereka berasal dari berbagai pesantren di seluruh Pamekasan, bahkan sampang dan sumenep kadang ikut bergabung. Tidak ada struktur organisasi yang jelas, tidak ada ketua umum dan sekjen, tidak ada komando umum, tapi pertemuan dari lokasi ke lokasi lain selalu terjadi dan terjadi. Yang jelas ada tiga nama yang selalu aktif hadir dalam tiap pertemuan tersebut, yaitu saya sendiri (penulis), KHR Abdul Hamid Roqib Suryodirjo dan KHR Makhrus Maliji. Tiga nama ini boleh disebut sebagai tiga serangkai penggerak kolom spontanitas.

Apa saja yang dibahas? Tentu saja bukan masalah politik. Yang dibahas adalah pertukaran gagasan tentang metode dakwah, silsilah nasab, perkembangan terkini anggota keluarga. Tentu saja sesi yasinan, tahlil dan tawassul ke para bhuju’ menjadi penghias utama dalam setiap pertemuan.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut biasanya ada yang berbagi amalan wiridan, benda keramat, batu akik bertuah, batik, sarung, jamu kuat, la’ang, buku sejarah, buku boografi ulama dan lain-lainnya.

Begitulah fenomena Madura sejak lima tahun terakhir. Terjadi eskalasi pertemuan rutin keluarga besar Potoh Bhuju’ (Bani Walisongo).

Diantara lokasi yang sering menjadi lokasi tempat berkumpul adalah Dalem KHR Kholil Muhammad Gunungsari, Dalem KHR Su’adi Masyhuri Toronan, Dalem KHR Jakfar Shodiq Fauzi Batuampar, Dalem KHR Hamid Roqib di Palalang, Dalem KHR Makhrus Maliji Sumberanyar, Dalem KHRM Hamidy Bagandan, rumah HR Amin Masyhudi Qudsi Kertagena, rumah kediaman mantan Bupati Pamekasan HR Moh Syafii Yasin, rumah orang tua saya sendiri di Plakpak, dan banyak lagi titik lokasi lainnya.

Dari pertemuan-pertemuan informal tersebut, selalu lahir kegiatan-kegiatan resmi, seperti Haul Raja-raja Madura yang difasilitasi oleh Pemkab Sumenep beberapa waktu yang lalu. Haul Bhuhu’ Agung Toronan yang dihadiri ulama-umara’ se-nusantara, Haul Parangghan, Haul Balang, Haul Bhuju’ Abdul Qidam dan Haul-haul lainnya.

Semarak dan gebyar Haul Raja-raja Madura tahun depan akan dtingkatkan dengan menghadirkan para tokoh ulama dan umara Tapal Kuda yang masih keturunan Raja-raja Madura. Atau bahkan tokoh lainnya se-Indonesia yang masih dzurriyah Raja-raja Madura, seperti Prof Mahfud MD, KH Cholil Nafis, R Hartono, Bupati Kawasan Tapal Kuda, dan lain-lainnya

Tentang kegiatan haul, agar tidak sporadis, akan diatur dengan baik dan sistematis, sehingga para donatur maupun jamaah Haul punya jeda waktu yang cukup dari haul ke haul berikutnya. Wadah khusus tentang ini sudah dibentuk, yaitu Global Family Foundation (GFF) yang sosialisasi pertamanya dilakukan di Dalem Ra Mamak Guluk-guluk Sumenep.

Mari kita doakan semoga semangat dan semarak anjangsana antar potoh bhuju’ Madura, khususnya Pamekasan ini langgeng dari generasi ke generasi.

*) Penulis adalah Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) dan Majelis Alumni IPNU

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry