TELANTAR – Selama ini bantuan untuk anak yatim jauh dari harapan. Tidak sedikit mereka yang telantar tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Jangan urusan sekolah, makan dan kesehatan saja amburadul. Sejumlah panti asuhan masih mengeluh kecilnya perhatian pemerintah. (FT/poskotanews)
TELANTAR – Selama ini bantuan untuk anak yatim jauh dari harapan. Tidak sedikit mereka yang telantar tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Jangan urusan sekolah, makan dan kesehatan saja amburadul. Sejumlah panti asuhan masih mengeluh kecilnya perhatian pemerintah. (FT/poskotanews)

JAKARTA | duta.co – Kabar gembira. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi untuk memperluas distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada pelajar di Indonesia. Bahkan dikatakan seluruh anak yatim dapat jaminan sekolah.

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan bahwa seluruh anak yatim‎ yang berstatus pelajar harus mendapatkan KIP guna mewujudkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Yang berkaitan dengan KIP dan KIS saya ingin agar diperluas lagi pemberiannya. Tadi malam saya sudah telepon Mendikbud agar KIP juga diberikan kepada semua anak yatim yang ada di negara kita dan segara ini bisa kita mulai. Untuk diwujudkan keadilan sosial, saya juga minta tidak dilupakan pembangunan kultur, pembangunan karakter dan mental bangsa‎,” kata Jokowi di Istana Bogor, Rabu (4/1/2017).

Jokowi juga akan ‎memperluas program kerja untuk membuka akses kepada rakyat. Terlebih, kata dia, program-program yang memberikan keterampilan kepada masyarakat akan menjadi prioritas kerja dalam pemerintahannya pada tahun ini.

‎”Kemudian juga direalisasi apa yang sudah saya sampaikan, memperluas akses rakyat untuk mendapatkan keterampilan. Melalui program pendidikan kejuruan, pendidikan vokasi, vokasional training dan pelatihan-pelatihan yang kita lihat kemarin. Kementerian Tenaga Kerja juga sudah kerja sama dengan Kadin,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa Menko Perekonomian Darmin Nasution akan mengkoordinir seluruh kemeterian dibawah naungannya untuk memperbanyak program kerja yang mengakses kepada rakyat tersebut. Hal itu lantaran, Jokowi menargetkan sebanyak jutaan masyarakat nantinya akan mendapat pelatihan keterampilan‎.

“Saya kira ini nantinya  apabila kementerian yang dilibatkan semakin banyak akan dikoordinir oleh Menko. Saya kira akses rakyat untuk dapatkan keterampilan ini bukan ribuan tapi dalam jumlahnya yang jutaan,” pungkasnya.  (okz)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan