Drs Muhammad Said (tengah) dan Habib Kribo (kiri) serta Habib Anis. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Ibarat dua sisi mata uang. NU dengan dunia Arab, tak bisa kita pisahkan. Tak terbantahkan, bahwa, Makkah dulu, penuh dengan ulama-ulama Indonesia. Misal, Syekh Yasin Al Fadani dari Padang. Beliau bergelar musnidul alam, pemegang sanad hadits. Sampai-sampai ulama dunia, kalau tanya hadits, minta sanad kepada Syekh Yasin, termasuk Syekh Muhammad bin Alwi Al Mailiki, guru para ulama Indonesia.

“Jadi, kalau ada orang mengaku NU, mengaku orang Islam Indonesia, lalu kerjanya menjelek-jelekkan Arab, itu jelas bukan nahdliyin. Bukan pecinta NU. Catat! Ini justru patut kita curiga sebagai upaya adu domba,” demikian Drs Muhammad Said, Ketua GP Ansor Pasuruan Periode 1993-1997 kepada duta.co, Senin (17/1/22).

Sekarang, viral Habib Kribo. Belakangan netizen ramai dengan sosok ini karena gayanya yang  ceplas-ceplos serta menjadi tokoh yang paling getol melawan figur oposisi seperti Habib Rizieq dan Habib Bahar Smith. Pria bernama asli Habib Zein Assegaf ini, konon tumbuh dan besar di Surabaya sebagaimana penuturannya kepada Rudi S Kamri.

Wakila, Nama belakangnya Assegaf, ia juga memiliki darah keturunan dari Hadramaut, Yaman. Akun instagamnya Habib Kribo yaitu hanya satu dan memiliki username @assegafzein. Namanya juga viral setelah menyebut bahwa bangsa Arab tidak punya kehormatan, tidak punya budaya kalau tidak ada Ka’bah. Tidak memiliki intelektual, dll.

Pertanyaan ini mengandang marah mantan diplomat PBB,  Anis Prince Dache, seorang diplomat, yang juga CEO The Billionaire Deals. Melalui akun TikTok miliknya @princedasche, mengungkapkan banyaknya permintaan warganet, agar video Habib Kribo disebar-luaskan di Arab Saudi.

Berhentilah

Anis meminta Habib kribo segera memberikan klarifikasi, maka jatuhnya proses hukum bukan lewat Polda, tapi melalui kementerian luar Negeri di beberapa negara Arab.

“Permintaan kita untuk si Kribo buat klarifikasi dan minta maaf secara umum fil ummah Arabiyah wa ummal muslimah. Nanti kalau, Astaghfirullah dia keras kepala dan gak mau buat klarifikasi, jatuhnya proses hukum bukan lewat Polda, prosesnya Insya Allah lewat Kementerian Luar Negeri, di beberapa negara Arab yang mereka nanti proses lewat Duta Besar di Indonesia, sesuai Protokol Diplomatik antar Negara. Terima kasih banyak,” demikian Anis.

Menurut Muhammad Said, hukum di negeri ini harus berjalan tegak. Sehingga tidak ada celah orang bermain-main, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Sangat berbahaya kalau mereka sudah membawa-bawa NU dalam menjelek-jelekkan orang lain. Yang saya tahu, sebagai kader NU, kita pasti menghormati orang lain, apalagi bangsa Arab. Semua bangsa yang memberikan ajaran hasanah, norma-norma yang baik, pasti kita anggap sebagai GURU, bukan karena keturunan, atau habibnya. Walau pun itu habib, kalau sudah mejelek-jelekkan yang lain, tentu, tidak boleh kita ikuti. Apalagi membawa-bawa NU. Saya justru khawatir ini menjadi modus membenturkan NU dengan kelompok lain,” tegasnya.

Karena itu, harapnya, Habib Kribo jangan membawa-bawa NU. “Berhentilah! Karena ajaran NU itu tidak untuk menjelek-jelekkan orang lain. Bahkan menghadapi ajaran Wahabi, NU tidak perlu menyerang, NU hanya menunjukkan ini amalan ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyyah berikut dasar-dasarnya,” pungkas Pak Said panggilan akrabnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry