Ang Hoey Tiong selaku, CEO National Hospital (kiri) bersama Henry Kwan, salah satu pendiri DOXA usai penandatanganan kerjasama, Jumat (5/8/2022). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – National Hospital menandatangani kerjasama dengan Doxa Holding International (DOXA). Perjanjian kerjasama dilakukan Ang Hoey Tiong selaku, CEO National Hospital bersama Henry Kwan, salah satu pendiri DOXA, Jumat (5/8/2022).

Kerjasama ini dalam hal pengadaan barang khususnya farmasi dan alat kesehatan serta sistem pembayarannya. Dengan kerjasama ini diharapkan proses pengadaan barang khususnya farmasi bisa berjalan lebih lancar dan akurat sehingga pelayanan kesehatan pada pasien bisa berjalan lancar.

Doxa sendiri selama ini memberikan solusi untuk mengefisienkan proses alur kerja pengadaan hingga pembayaran untuk rumah sakit dengan menghubungkan rumah sakit secara digital dengan semua pemasok dalam sistem yang sama.

Hal ini meminimalisir kesalahan teknis dan meningkatkan produktivitas, serta memberikan tracing audit seutuhnya. Doxa juga dapat mengubah penawaran menjadi pesanan pembelian dan menghasilan laporan analisis biaya.

Hal ini telah menjadi daya tarik bagi perusahaan lain karnea membantu memperbaiki dan meningkatkan kapabilitas pengadaan hingga pembayaran.

Pandemi global COVID-19 telah membawa industri kesehatan lebih maju dan menyebabkan meningkatnya permintaan akan pasokan dan peralatan medis.

Melalui solusi percontohan Doxa, National Hospital dapat menggunakan platform perdagangan kolaboratif tersebut untuk benarbenar terhubung dengan vendor eksternal dalam satu ekosistem, yang juga akan membawa nilai bagi seluruh industri. Solusi percontohan ini diharapkan akan siap pada akhir 2022.

“Platform ini mendukung digitalisasi proses pengadaan kami. Pemasok kami akan bisa menerima surat pesanan secara elektronik, membuat dan mengirim faktur elektronik sambil melihat status kemajuan proses secara real time” kata Ang Hoey Tiong selaku pemilik dan CEO National Hospital.

Henry Kwan, salah satu pendiri DOXA, mengatakan pihaknya sebagai penghubung antara pembeli dan penjual. “Jika National Hospital membutuhkan obat misalnya, kami bisa hubungkan ke penjual obatnya yang reputasi perusahan farmasinya terjamin,” ungkapnya.

Kerjasama keduanya ini baru pertama dilakukan dan baru satu-satunya di Indonesia. Diharapkan ke depan akan banyak lagi kerjasama serupa sehingga proses pengadaan bisa lebih cepat, mudah dan akurat. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry