Mahasiswa FK Unisma beserta pimpinan dekanat dan Wakil Rektor. (FT/IST)

MALANG | duta.co – Di tengah pandemi yang dituntut semua menggunakan daring, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang punya cara unik untuk menyeleksi calon mahasiswa barunya (Maba). Salah satunya dengan mewajibkan peserta tes tulis menyediakan 3 gadget sekaligus.

Menurut Ketua Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) FK Unisma, drh Muhammad Zainul Fadli MKes, bahwa proses seleksi mahasiswa baru Fakultas ini sama seperti tahun sebelumnya, gelombang I pada bulan februari lalu sudah berjalan seperti biasa. Namun khusus gelombang kedua yang terimbas pandemic, diadakan secara daring. Ini untuk pertama kalinya fakultas ini membuka pendaftaran menggunakan sisten virtual. Di mana tahapan seleksi nya lebih panjang, dan ketat.

“Karena dilakukan secara daring, kami tidak ingin kecolongan. Maka peserta kami wajibkan menyediakan satu laptop dan dua Smart Phone sekaligus,” ungkap Zainul Fadli, Jumat (19/06) lewat sambungan online.

Peserta sendiri diwajibkan menyediakan Laptop dan dua smart phone saat tes tulis. Dimana Laptop untuk menyediakan aplikasi Zoom sebagai media kominikasi soal ujian dan dua gadget untuk memonitor peserta, ini untuk menjamin calon mahasiswa FK benar-benar mengerjakan sendiri soal tes tanpa bantuan orang lain.

“Kami minta semua peserta untuk memposisikan satu HP menghadap samping, dan satunya lagi kameranya menyorot dari belakang. Banyaknya kamera yang diperlukan juga untuk identifikasi pencocokan wajah peserta dengan foto pendaftaran,” imbuh Zainul Fadli.

Lebih jauh Ketua SPMB FK Unisma menguraikan, jika sebelumnya system pendaftaran offline terdapat tiga tahapan, tahap pertama psikotes berlanjut tes tulis kemampuan akademik. Kemudian jika peserta lolos berlanjut ke tahap dua, yakni tes kesehatan yang disambung wawancara didampingi kedua orangtua calon mahasiswa.

Nah khusus yang online saat ini, ia menjelaskan, tahapan psikotes tes akademik secara tertulis telah diadakan pada Rabu 10 Juni yang lalu. Esoknya hasil tes tersebut sudah bisa dilihat, hingga peseerta dieliminir menggunakan parameter tingkat IQ dan psikopatologi. Seharisesudahnya, peserta yang lolos mengikuti tahap wawancara dengan para psikolog. Kemudian tes tulis akademik yang dijadwalkan Senin depan.

“Tes kesehatan sendiri untuk prosesi pendaftaran online ini menggunakan formulir pertanyaan yang wajib diisi peserta melalui hasil pemeriksaan dengan dokter terdekat,” jelasnya.

Diakuinya, prosedur pendaftaran kali ini lebih detil dan tetap menggunakan protokol pengawasan yang ketat. Dimana lima peserta akan diawasi dua pengawas, satu pengawas menyampaikan soal, dan satunya lagi mengawasi peserta. Panitia pun sudah mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk gangguan jaringan internet dengan bekerjasama dengan beberapa provider.

Patut diakui, FK Unisma merupakan institusi pendidikan kedokteran yang menarik banyak minat lulusan SMA atau sederajat. Animo besar tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya fakultas ini merupakan salah satu pilar yang menyediakan pembelajran yang berkualitas dengan lulusan yang mampu berperan aktif dalam usaha menyehatkan anak bangsa.

Dengan kurikulum berbasis keislaman yang terintegrasi dan tak terpisahkan dengan pondok Pesantren Ar-Rozi hingga terjaminan akhlaqnya .Selain itu,  Fakultas ini mengembangkan keanekaragaman hayati yang dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan medis. Dengan mengantongi akreditasi B dari BAN-PT 2011 lalu dan LAM PTKes pada2016 silam.

Fakultas kedokteran kebanggaan Nahdlatul Ualamak ini memiliki 3 program studi, Prodi Pendidikan Dokter, Prodi Profesi Dokter, dan Prodi Farmasi. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry