BULAN Ramadan tidak bisa dipisahkan dari kurma, baik ketika sahur maupun buka. Disunnahkan memakan minimal 1 buah kurma dalam jumlah ganjil. Selain dimakan langsung, Rasullullah saw mempunyai cara-cara lain memakan buah dengan rasa manis ini. Tercatat dalam beberapa hadits mengenai bagaimana Rasulullah mengkonsumsi kurma, adalah sebagai berikut:

  1. Dimakan dengan Keju

Diriwayatkan dari kedua anak Busyr As-Sulamiyyain, mereka berkata:

“Rasulullah saw pernah mengunjungi kami, maka kami hidangkan kepada Beliau keju dan kurma kering, sedangkan Beliau sangat menyukai keju dan tamr (kurma kering).”

Bukan tanpa alasan Rasulullah memakan kurma dengan keju. Dalam Hadits Riwayat Abu Dawud no.3837 dan Ibnu Majah no.3343. Imam ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa zubdah (keju) dapat berfungsi melunakkan tinja, melemaskan syaraf dan pembengkakan empedu dan kerongkongan, juga bisa mengatasi batuk akibat hawa panas maupun dingin. Sedangkan kurma bermanfaat mengurangi mual. Jika dioleskan gusi bayi, akan mempercepat pertumbuhan gigi.

  1. Dicampur dengan Mentimun

Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim no.2043, Bukhari no.5440, dari Abdullah bin Ja’far Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

“Aku melihat Rasulullah makan buah mentimun dengan ruthab (kurma basah).”

Tujuan Rasullullah adalah agar rasa panas dalam kurma dapat diseimbangkan oleh dinginnya mentimun. Sebaliknya, rasa dingin dan basah timun terkadang sulit dicerna kemudian diseimbangkan oleh kurma.

  1. Dicampur dengan Semangka

Dalam hadits riwayat Abu Dawud no. 3836, Nabi saw bersabda, “Panas kurma menetralkan dinginnya semangka.”

Sama seperti mentimun, semangka juga berfungsi untuk mendinginkan panas dari kurma, sebaliknya panas dari kurma menetralkan dingin dari semangka seperti hadist di atas.
Selain itu, semangka juga berfungsi sebagai pembersih usus dan pereda rasa mual.
Kandungan air dalam semangka yang cukup banyak juga membantu memenuhi asupan air dalam tubuh selama berpuasa.

 

  1. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Dawud no.3856, Rasulullah saw melarang memakan kurma bagi orang yang baru sembuh dari sakit.
  2. Hadits riwayat Ibnu Majah no.3343, Rasul membolehkan memakan kurma meskipun sakit mata.

Orang sakit atau orang yang baru sembuh dari penyakitnya hendaknya melakukan diet agar tidak membahayakan pencernaannya. Langkah ini perlu dilakukan karena lambung dan tubuh belum mampu menerima makanan secara sempurna dan untuk menghindari bahaya.

Oleh sebab itu, Nabi membolehkan Shuhaib memakan sedikit kurma, sebagaimana diriwayatkan Shuhaib sendiri. “Aku mendatangi Nabi”, tutur Shuhaib. “Di tanganku ada roti dan kurma. Maka beliau bersabda: “Mendekatlah dan makanlah!”. Aku pun memakan kurma yang ada di tanganku. Lalu beliau bersabda: “Kau makan kurma, padahal kau menderita penyakit mata?’ Maka jawabku, ‘Aku mengunyahnya dari sisi lainnya’. Rasulullah tersenyum mendengar jawabanku”. (HR. Ibnu Majah).

  1. Rasul memerintahkan jangan membuang kurma yang di dalamnya terdapat ulat, namun membersihkannya, Abu Dawud no.3832.
  2. Memakan Kurma sebelum salat Idul Fitri

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak berangkat pagi hari Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil.” (HR. Al-Bukhari).

Memakan 7 buah kurma dapat menangkal racun dan sihir.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqash, dari Nabi saw bersabda; “Barangsiapa mengkonsumsi kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir”.

Ajwah merupakan salah satu jenis kurma yang berasal dari Madinah, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Bentuknya bagus, padat dan agak keras, namun termasuk kurma yang paling lezat, harum dan lembut. (moe,em)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan