GENBI : Sosialisasi sistem pembayaran digital QRIS oleh Siti Maulida dari KpwBI Kediri (Ahmad Mafruchi/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Bertempat di Grand Panglima Resto, Sabtu (28/9) pagi digelar Sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah dan Cara Memperlakukan Uang Rupiah Dengan Benar, digagas Generasi Baru Indonesia (GENBI) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri. Sedikitnya 200 undangan dari guru mata pelajaran ekonomi dan para pelaku UMKM berada di Kota dan Kabupaten Kediri mendapatkan penjelasan dari sejumlah narasumber

Sesuai kewenangannya, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang mengeluarkan alat pembayaran yang sah. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Kemudian menjaga stabilitas sistem keuangan dan terpenting menjalankan fungsi sebagai “Lender of the last resort”.

Dijelaskan Muhammad Fajar Prasetyo, mewakili penyelenggara GENBI merupakan mahasiswa IAIN Tulungaung penerima beasiswa dari Bank Indonesia.Keberadaan komunitas ini merupakan kepanjangan tangan bank sentral dalam menjalankan program kerja.

“Kita mempunyai sejumlah program didukung beberapa divisi ekonomi, sosial dan pendidikan. Seperti acara ini, kita kolaborasi dengan Bank Indonesia membuat acara mengenai sosialisasi bagaimana penggunaan uang secara benar. Merupakan bagian edukasi seperti kegiatan lain yang pernah kita jalankan,” ucapnya.

Bukan ini saja, GENBI juga sukses program pendampingan petani kopi di Lereng Gunung Wilis, bagi warga Kampung Sendang Kabupaten Tulungagung. “Kemudian menjadi pemuda pelopor mengangkat wisata Jurang Senggani, bersama siswa pelajar dalam gerakan membaca dan mendongeng,” ungkapnya.

BI Perkenalkan QRIS

GENBI : Sosialisasi uang rupiah di Grand Panglima Resto bersama KpwBI Kediri (Ahmad Mafruchi/duta.co)

Sejumlah narasumber dari KpwBI Kediri dihadirkan, Ahmad Fauzi batubara membawakan materi terkait ciri ciri keaslian uang rupiah. Kemudian, Siti Maulida terkait sistem pengawasan pembayaran berbasis QR Code Indonesia Standard (QRIS). Merupakan transformasi digital sistem pembayaran diberlakukan tahun ini.

Diterangkan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, KPwBI Kediri, Nasrullah, digelarnya acara ini, untuk membangun komunikasi dengan para stakeholder dalam memperlakukan uang rupiah dengan baik.

“Kami menyelenggarakan acara ini untuk menjalin komunikasi dengan stakeholder terutama masyarakat. Memberikan pemahaman memperlakukan uang rupiah dengan baik. Apalagi adanya kecenderungan uang palsu yang semakin bagus kualitasnya. Kita harus mengidentifikasi uang mana yang palsu dan bagaimana mengetahui ciri ciri keaslian rupiah itu,” jelas Nasrullah.

Acara dilanjutkan tanya jawab dari sejumlah undangan yang hadir, besar harapan acara ini mampu memberikan wawasan kepada para pelaku UMKM. Kemudian kepada para guru ekonomi, mampu menyampaikan kepada anak didiknya, sebagai bentuk edukasi mengenal uang asli. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry