Capt. Miftakhul Hadi, Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, saat diwawancarai wartawan. (FT/Heru)

SITUBONDO | duta.co – Ternyata, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2020 dari pelabuhan di wilayah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Kabupaten Situbondo, cukup besar, yakni mencapai 14,8 milyar. Bahkan, KSOP berpeluang bisa meraih meningkatkan target pendapatannya dengan memaksimalkan potensi laut lainnya di Kabupaten Situbondo.

Kepala KSOP Panarukan, Capt Miftakhul Hadi, mengatakan, bahwa, sejak 2019 sampai 2020, pendapatan KSOP Panarukan mencapai miliaran rupiah. “Meningkatnya pendapatan itu tercapai sejak meleburnya Unit Penyelenggara Pelabuhan (UUP) ke KSOP Panarukan pada tahun 2019,” jelasnya, Jumat, (19/3/21).

Setelah peleburan itu, kata Capt. Hadi, pendapatan KSOP ditarget sebesar Rp 8 miliar. Namun realitanya malah mencapai Rp. 14,8 miliar. “Ada beberapa potensi yang tidak ditagih dari pengguna jasa, seperti sewa perairan. Jika sewa perairan laut ini bisa ditagih, maka tidak menutup kemungkinan pendapatan PNBP akan lebih meningkat,” jelasnya.

Pada tahun 2020, sambung Capt. Hadi, KSOP dapat meningkatkan pendapatan sebesar Rp 14,8 miliar. “Peningkatan target itu mencapai 150 persen, dari target kita sebesar Rp 10 miliar pada 2020. Pada 2021 ini, KSOP Panarukan dibebani target pendapatan Rp 12,7 miliar. Semoga atas semangat dan kinerja seluruh pegawai KSOP Panarukan, target tersebut bisa tercapai dan kinerja meningkat,” ujarnya.

Untuk bisa meningkatkan pendapatan atau target itu, imbuh Capt. Miftakhul Hadi, KSOP mengikuti arahan Kementrian Perhubungan agar menggali potensi-potensi yang bisa menjadi pendapatan negara. “KSOP harus semangat untuk menggali potensi sumber pendapatan negara dan harus gigih dalam menagihnya,” tegasnya.

Sejauh ini, kata Capt Hadi, penyumbang terbesar pendapatan negara di wilayah KSOP Panarukan dari wilayah pelabuhan, seperti Pelabuhan Kalbut, di Desa Semiring, Kecamatan Mangaran. “Pendapatan terbesar dari Pelabuhan Kalbut. Setiap bulan pendapatan dari Pelabuhan Kalbut mencapai rata-rata Rp 1 miliar,” pungkas Capt. Hadi. (Her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry