Salah satu tim yang berhasil menjadi juara dalam ajang Capstone Project yang digelar khusus untuk mahasiswa program studi Sistem Informasi, Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital, Unusa. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Program studi (prodi) Sistem Informasi, Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital, Universitas Nahadlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan penghargaan bagi para mahasiswanya. Penghargaan itu bernama Capstone Project Award.

Capstone Project adalah mata kuliah bagi mahasiswa Sistem Informasi dengan SKS empat yang harus ditempuh di semester lima.

Penghargaan ini diberikan beberapa waktu lalu. Mahasiswa diwajibkan mengerjakan sebuah proyek untuk memberikan solusi sistem informasi dari permasalahan yang ada di masyarakat atau lembaga.

Ada 19 kelompok atau tim yang sudah memiliki proyek. Dari 19 tim dipilih 10 tim terbaik. Ke-10 tim ini mempresentasiikan di depan juri independen. Hingga terpilih tiga tim terbaik yang berhak menjadi juara.

Ka Prodi Sistem Informasi, Ima Kurniastuti mengatakan Capstone Project mata kuliah yang bertujuan untuk membuat mahasiswa bisa belajar dengan proses perancangan produk aplikasi atau software. “Mata kuliah ini harus real problem di masyarakat dan penting untuk dipecahkan,”katanya.

Selain itu, melalui mata kuliah ini, kata Ima, mahasiswa juga diharapkan memperoleh pengetahuan softskill. Utamanya tentang teamwork, kemampuan berkomunikasi, dan problem solving (kemauan untuk berfikir), karena pada setiap kelompok, saat menentukan pembuatan tugas, pengetahuan softskill itu harus mereka kuasai.

Diakhir kegiatan terpilih tiga kelompok yang berhak memperoleh award masing-masing proyek Sitem Informasi Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah NU; Sistem Informasi Keuangan Siswa; dan Sistem informasi LSP Indohusada.

Dikatakan Maisyatul Fikriyyah Al Muhafadhoh, mahasiswa semester lima yang membuat proyek Sitem Informasi Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah NU, ia dan kelompoknya menemukan masalah soal pencatatan dan penyaluran pada LAZISNU di Kecamatan Balungpanggang, Gresik.

“Sebelum ini pencatatan dan penyaluran serta peruntukkan dan penggunaannya dicatata secara manual. Kami mencoba memberikan solusinya dengan membuatkan software ini, sehingga mempermudah dalam pencatatan, penyaluran sekaligus bisa dipertanggungjawabkan secara transparan,” katanya.

Sementara Mustofa Anwar  dan timnya membuat program Sistem Informasi Keuangan Siswa. Mereka menemukan  masalah soal keakuratan data siswa yang sudah atau belum melakukan pembayaran SPP serta tabungan wajib dari tiap siswa. Sekolah tersebut sebelumnya mencatatnya secara manual, sehingga lama untuk melacak dan mengetahuinya.

“Melalui software yang kami buat ini, pihak sekolah bisa lebih cepat mengetahui data siswa yang sudah dan belum membayar SPP dan siswa juga cepat mengetahui berapa jumlah uang tabungan mereka. Software ini sudah digunakan dan diaplikasikan pada sekolah tersebut,” kata Mustofa. ril/hms

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry