SOSIALISASI: Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro, saat Sosialisasi Trayek Tol Laut PT PELNI Cabang Surabaya, dengan 26 perusahaan JPT/Shipper, Kamis (16/12/2021). Duta/Rum

SURABAYA | duta.co – PT Pelayaran Nasional Indonesia – PELNI (Persero) terus memaksimalkan pelaksanaan operasional kapal tol laut guna menjamin distribusi dan ketersediaan barang kebutuhan pokok maupun barang penting lainnya di Indonesia.

Bahkan di masa pandemi tidak berpengaruh, mengingat berbeda dengan pengangkutan orang, pengangkutan barang justru mengalami peningkatan. Hingga November 2021 ini naik hingga 53 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Animo masyarakat pengguna tol laut terus meningkat. Pandemi tidak mempengaruhi capaian realisasi muatan yang terus mengalami peningkatan, hingga November 2021 ini ada kenaikan muatan tol laut sebesar 53 persen, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” ungkap Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro, usai  Sosialisasi Trayek Tol Laut PT PELNI Cabang Surabaya, dengan 26 perusahaan JPT/Shipper, Kamis (16/12/2021).

Sosialisasi Trayek Tol Laut PT PELNI Cabang Surabaya, dengan 26 perusahaan JPT/Shipper, Kamis (16/12/2021).

Yahya menjelaskan, realisasi muatan yang telah diangkut melalui kapal tol laut yang dioperasikan oleh PELNI hingga November 2021 ini sebesar 11.949 TEUs dengan rincian muatan berangkat 7.949 TEUs dan muatan balik 4.000 TEUs atau capaian voyage 91.25 persen.

Selain itu, PELNI juga terus memaksimalkan potensi muatan balik pada kapal tol laut dengan membawa hasil alam dari daerah untuk dapat dipasarkan di jawa port, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat. “Dengan jadwal pelayaran yang tetap dan teratur, PELNI terus mengoptimalkan pelaksanaan operasional tol laut sebagai sentra logistik muatan kapal tol laut,” ungkap Yahya.

Sosialisasi Trayek Tol Laut PT PELNI Cabang Surabaya, dengan 26 perusahaan JPT/Shipper, Kamis (16/12/2021).Sementara itu, melalui program tol laut, PELNI juga terus menunjukkan perannya dalam membantu Pemerintah untuk mengurangi disparitas harga bahan pokok dan bahan penting sebagai sentra distribusi barang-barang tol laut dan menjadi sentra pemasaran bagi produk lokal untuk dimuat kembali pada kapal tol laut sehingga dapat dipasarkan di daerah maju.

“Tol laut mampu membantu menurunkan harga barang secara umum di daerah Indonesia Timur dan daerah 3TP (tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan). Keberadaannya menjadi bagian yang penting pada aspek pengendalian disparsitas harga,” ujatnya.

Dengan segala capaian, PELNI berharap di tahun keenam, sejak 2015 program tol laut ini diluncurkan, masyarakat semakin merasakan manfaat dari adanya program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo ini. “Terutama untuk menjamin konektivitas ekonomi antar pulau dan menekan disparitas harga barang,” harap Yahya.

Sosialisasi Trayek Tol Laut PT PELNI Cabang Surabaya, dengan 26 perusahaan JPT/Shipper, Kamis (16/12/2021).Untuk mewujudkan hal di atas, lanjut Yahya, PELNI membutuhkan adanya keterlibatan pemerintah daerah untuk terus menggali potensi komuditas unggulan. “Kenapa kerjasama dengan pemerintah daerah, karena ini terkait dengan perizinan, pengelolaan pelabuhan hingga pada dukungan infrastruktur di pelabuhan,” tegasnya.

Yahya optimis, tol laut akan turus tumbuh di tahun depan seiring dengan bertambahnya kebutuhan logistik di daerah.

Sebagai informasi, pada tahun 2021 ini kapal tol laut yang dioperasikan PELNI sebanyak 8 trayek. Sementara pada 2022 nanti akan mengoperasikan 10 trayek dan 6 trayek dari Tanjung Perak Surabaya.

Sosialisasi Trayek Tol Laut PT PELNI Cabang Surabaya, dengan 26 perusahaan JPT/Shipper, Kamis (16/12/2021).

Trayek tol laut yang kini terlah beroperasi di antaranya, KM Logistik Nusantara 1 (Tg. Perak – Makassar – Tahuna – Tg. Perak), KM Logistik Nusantara 2 (Tg. Perak – Badas – Bima – Merauke – Bima – Tg. Perak), KM Logistik Nusantara 3 (Tg. Perak – Makassar – Jailolo – Morotai – Tg. Perak), KM Logistik Nusantara 4 (Tg. Priok – Tarempa – Natuna – Serasan – Midai – Tg. Priok), KM Logistik Nusantara 6 (Tg. Perak – Tidore – Buli – Maba – Weda), KM Kendhaga Nusantara 1 (Bitung – Tahuna – Tagulandang – Lirung – Miangas – Marore – Bitung), KM Kendhaga Nusantara 7 (Tg. Perak – Loweleba – Larantuka – Tg. Perak), KM Kendhaga Nusantara 11 (Tg. Perak – Rote – Sabu – Tg. Perak).

Sementara muatan berangkat kapal tol laut yang dioperasikan PELNI mengangkut sembako seperti gula, tepung terigu, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, dan yang lainnya. Sedangkan untuk barang kebutuhan penting seperti benih padi, jagung dan kedelai, pupuk, semen, elpiji 3 kilogram, triplek, besi baja konstruksi, baja ringan. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry