Nakes mendatangi rumah warga dalam vaksin door to door (duta.co/dok)

PROBOLINGGO | duta.co – Salah satu sebab naikknya level PPKM di Kabupaten Probolinggo yang awalnya level dua menjadi level tiga adalah karena target vaksinasi yang terbilang cukup rendah.

Kenaikan level itu juga membuat sejumlah sektor wisata di Kabupaten Probolinggo ditutup kembali walau sebelumnya sempat dibuka pada bulan September lalu karena saat itu PPKM masih level dua.

Menyadari minimnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya vaksin, Pemerintah Kabupaten Probolinggo pun sudah melakukan berbagai macam upaya demi mengsukseskan vaksinasi.

Salah satunya adalah menggelar vaksin door to door atau petugas vaksin langsung menjemput bola dengan cara  langsung datang ke rumah warga untuk divaksin. Hal itu dilakukan karena dalam Inmendagri nomor 47/2021, Kabupaten Probolinggo, naik menjadi Level 3.

Menurut Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko, vaksinasi di Probolinggo bisa suksea dengan adanya  kesadaran dari seluruh masyarakat.

“Satgas dan nakes sudah berupaya melakukan percepatan vaksinasi pada semua masyarakat dengan door to door. Tapi, percepatan vaksinasi itu bisa tercapai jika didukung oleh peran semua masyarakat,” ujarnya, Minggu (10/10/2021).

Masyarakat harus menerima bila mobilitasnya dibatasi karena naikknya level PPKM. Oleh karenanya dirinya berharap agar masyarakat sadar bahwa capaian rendah target vaksin ini juga berimbas kepada mereka.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr Dewi Vironica mengatakan, saat inj capaian vaksin adalah 45,5 persen dari target sasaran 890.667 jiwa. Artinya, sekitar 405.116 warga sudah disuntik vaksin dosis pertama.

“Sedangkan, capaian vaksinasi warga lanjut usia baru mencapai 18,29 persen dari target sasaran 112.618. Atau baru 20.597 lansia yang sudah disuntik vaksin,” jelasnya.

Viro menargetkan capaian vaksinasi nanti pada tanggal  17 Oktober bisa memenuhi syarat untuk turun ke level dua. hul

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry