SIDOARJO | duta.co – Melayani nasabah inklusi memerlukan pendampingan yang terukur dan keberlanjutan. Pendampingan inilah yang telah diberikan oleh BTPN Syariah kepada masyarakat inklusi, bahkan sebelum mereka menjadi nasabah. Hal ini dilakukan karena BTPN Syariah bertekad menciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti.
BTPN Syariah melayani masyarakat inklusi melalui kumpulan yang dilakukan setiap dua minggu sekali. Dalam kumpulan, masyarakat inklusi tidak hanya diberikan akses keuangan seperti pencairan pembiayaan dan mengangsur, melainkan juga akses pengetahuan. Dengan demikian, masyarakat inklusi juga senantiasa mendapatkan pengetahuan untuk terus tumbuh dan memiliki kehidupan yang berarti.
“Kumpulan menjadi wadah BTPN Syariah dalam memberdayakan dan mendampingi masyarakat inklusi, sehingga terbentuk empat sikap unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS),” kata Kepala Pembiayaan Area Sidoarjo,Surabaya, Gresik dan Mojokerto Aida Puspitasari, pada Selasa, 3 Juni 2024.
Dengan kumpulan ini juga, nasabah tak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar. Ibu Diah, salah satu warga Desa Tambaksawah yang sudah menjadi nasabah BTPN Syariah sejak 2020.
“Saya mendapatkan manfaat luar biasa dengan adanya kumpulan, tidak hanya bisa memahami bagaimana mengelola keuangan sehingga dapat mengangsur tepat waktu, namun saya juga mendapatkan ilmu-ilmu yang saya tidak pernah dapatkan sebelumnya dan itu sangat membantu saya untuk menjadi seperti sekarang ini,” tutur Ibu Diah.
Sementara itu, Lurah Desa Tambaksawah, Bapak Imam Fauzi mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BTPN Syariah dalam memberdayakan masyarakat inklusi melalui kumpulan. Ia mengakui bahwa pendampingan yang rutin dilakukan BTPN Syariah mampu mendorong perekonomian warga dan membantu ibu-ibu nasabah memiliki kehidupan yang lebih baik sekarang.
“Kumpulan ibu-ibu nasabah BTPN Syariah turut mendorong perekonomian keluarga di sini, ibu-ibu jadi bisa membangun dan mengembangkan usahanya dan bahkan tahu cara mengelola keuangan dengan lebih baik,” ujar Bapak Fauzi.
Senada, Camat Waru, Bapak Nawari menilai kumpulan BTPN Syariah membuat warganya menjadi lebih maju. Sebab, BTPN Syariah tidak hanya memberikan pembiayaan dan menagih angsuran saja, tapi juga memberikan pelatihan dan ilmu baru untuk masyarakat sekitar.
“Pendampingan yang diberikan BTPN Syariah tentu akan meningkatkan tingkat literasi atau tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan. Ini tentu akan membuat warga di sini semakin maju dan sejahtera,” jelas Bapak Nawari, saat ditemui pada audiensi.
Pada kesempatan yang sama Ainul Yaqin – Corporate & Marketing Communication Head juga menegaskan bahwa pendampingan yg terukur yg dilakukan BTPN Syariah adalah kunci dalam melayani masyarakat inklusi.
“BTPN Syariah tidak hanya memberikan akses keuangan saja tetapi juga akses pengetahuan melalui pendampingan yg temen2 media liat tadi di sentra Rusunawa Tambaksawah.”
Sebagai informasi, hingga kuartal I 2024, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar kurang lebih Rp 140 Miliar di Surabaya dengan 4.200 sentra menjangkau 36 kecamatan. Sementara di Sidoarjo kurang lebih 134 Miliar deagan 44 ribu nasabah, 3.690 sentra menjangkau di 27 kecamatan. Imm