PELANGGARAN PARAH: Dua pilot Susi Air asal Belanda dan Brasil yang positif menggunakan heroin. (IST)

DENPASAR| Duta.co – Mengejutkan! Selama ini belum pernah terungkap bahwa kecelakaan pesawat di RI karena pilotnya memakai narkoba. Namun, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso malah menyebut, hampir semua insiden kecelakaan pesawat akibat sang pilot menggunakan narkoba.

Menurut petinggi BNN yang akrab dipanggil Buwas itu, ada empat pilot sudah terindikasi memakai narkoba dalam beberapa kasus. “Untuk saat ini ada empat pilot yang dalam penanganan kami terindikasi dengan sengaja memakai narkoba. Tapi bisa dikatakan hampir semua insiden kecelakaan pesawat, pilotnya saat di tes urine hasilnya positif,” kata Budi di Bali, Kamis (12/1/2017).

Buwas juga menyebutkan, ada pilot oleng lantaran mengisap tembakau kimia gorila. Kemudian dua pilot Susi Air baru-baru ini juga terindikasi memakai narkoba. Bahkan insiden Lion Air terjun bebas di pantai ujung landasan Bandara Ngurah Rai Bali tahun 2013 lalu juga terindikasi akibat pilot menggunakan narkoba.

Buwas menjelaskan, pesawat Lion Air Penerbangan 904 kala itu berangkat dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Saat pendaratan, pesawat justru mengalami kecelakaan hingga badan pesawat terbelah akibat mendarat di luar dari landasan. “Saat itu pilotnya ada indikasi menggunakan narkoba dan sudah di proses,” jelas Buwas.

Sementara, untuk kedua pilot Susi Air sedang didalami pihak BNN. Keduanya adalah pilot asal Belanda dan Brasil. Meski begitu, pihaknya menduga kuat bahwa para pilot menggunakan narkoba jenis heroin. “Masih dalam proses pemeriksaan mendalam. Apalagi dari pemeriksaan diketahui sebelumnya juga pernah melakukan hal yang sama di maskapai lain,” terangnya.

BNN langsung merekomendasikan agar keduanya tak diizinkan untuk menerbangkan pesawat. Kini kedua pilot asing itu dalam pemeriksaan intensif guna penentuan langkah hukum dan administrasi berikutnya.

BNN Kabupaten Cilacap melakukan tes urine di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (11/7/2017) pagi. Tes urine kedua pilot Susi Air tersebut terindikasi narkoba. BH dan DE kemudian dibawa ke BNN Pusat.

Diketahui, BH (43), warga negara Belanda, telah bertugas sebagai penerbang atau pilot instruktur di Susi Air selama sembilan tahun. Sementara, DE (32) warga negara Brasil, telah bertugas sebagai kopilot di Susi Air selama satu tahun delapan bulan.

“Saat hendak dilakukan tes urine oleh petugas BNNK Cilacap, keduanya baru turun dari dua pesawat berbeda, tapi dari maskapai yang sama,” jelas Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari. Pihaknya sedang  menelusuri jejak narkoba kedua pilot tersebut.ful, net

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan