Gubernur Khofifah didampingi Kepala BI Jatim, Budi Hanoto saat melihat produk UMKM binaan BI yang mengikuti Fesyar Fair di Plasa Tunjungan Surabaya. DUTA/dok

SURABAYA | duta.co – Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2021 sukses digelar Bank Indonesia Jawa Timur.

Selama enam hari (27/9 – 2/10/2021), ajang ini bisa menghasilkan transaksi yang di luar ekspektasi. Ini mencerminkan terjadinya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budi Hanoto mengatakan transaksi yang dicapai untuk program business matching sebesar Rp 6,7 triliun. Ada delapan kelas business matching yang digelar. Di mana semuanya berkomitmen untuk meningkatkan produk UMKM.

Business matching diikuti 10 bank syariah dengan nilai transaksi Rp 2,8 triliun, 4 lembaga Ziswaf sebesar Tp 1,6 triliun, fintech syariah Rp 593 juta, e-commerce Rp 3,48 triliun dan potential buyers sebesar Rp 13,9 miliar.

“Kami senang karena lembaga keuangan syariah mulai memberikan pembiayaan bagi pelaku UMKM  melalui ajang business matching ini,” jelas Budi pada media usai penutupan Fesyar Regional Jawa 2021, Sabtu (2/10/2021).

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Imam Subarkah menambahkan tingginya transaksi business matching ini membuktikan bahwa untuk mendapatkan pembiayaan tidak lagi dari perbankan konvensional.

“Dari lembaga keuangan syariah, finctech syariah dan e-commerce juga bisa memberikan pembiayaan,” kata Imam.

Dikatakan Budi, capaian yang luar biasa juga didapat dari hasil transaksi shariah fair sebesar Rp Rp 845,3 juta. Shariah fair yang diikuti 90 UMKM offline dan online yang terdiri dari  42 karya fashion, 37 halal food dan 11 bidang lainnya.  “Transaksi ini meningkat 12 persen dibanding Fesyar 2020,” tandasnya.

Budi menegaskan transaksi yang luar biasa itu tidak lain karena konsep hybrid dalam gelaran Fesyar Regional 2021 ini. Sehingga minat masyarakat lebih besar dibanding hanya digelar online seperti di Fesyar Regional Sumatra 2021 dan Regional Sulawesi 2021.

Itu terbukti pengunjung ajang Fesyar Regiomal Jawa 2021 sebesar 149.230 orang baik yang langsung datang ke Tunjungan Plasa atau yang melalui kanal-kanal virtual yang disiapkan.

“Yang membuat kami senang juga, 60 persen dari pengunjung itu adalah anak-anak muda yang pada 2030 akan menjadi pemegang kebijakan di negara ini,” tandasnya.  end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry