PROBOLINGGO | duta.co — Peringatan Nuzulul Quran di bulan Ramadhan 1438 Hijriah yang difasilitasi Pemkab Probolinggo meriah dan semarak. Sebab, selain digelar khotmil Quran di sejumlah masjid Kraksaan oleh para hafidz dan qori’, peringatan malam Nuzulul Quran menghadirkan anggota Komisi VIII Hasan Aminuddin yang memberikan mau’idzoh.

 
Pada Senin (12/6) malam hingga Selasa (13/6) dini hari, acara peringatan Nuzulul Quran di halaman depan masjid jami’ Agung Ar-Raudlah itu dihadiri Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, Ketua PCNU Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo, Kepala Kemenag, sejumlah ketua takmir masjid, Jam’iyatul Qurro’ Wal-Huffadzh, pimpinan banom NU, pengurus MWC dan ranting NU, LPTQ NU, pengurus BAZ. Hadir pula sejumlah kepala SKPD dan ratusan masyarakat.

Menurut Bupati Tantri, peringatan Nuzulul Quran untuk menyemarakkan syiar Islam dan dakwah. Nuzulul Quran ala Kabupaten Probolinggo digelar sejumlah rangkaian kegiatan, yaitu khotmil Quran bil ghoib di sejumlah masjid di Kota Kraksaan.

 
Dia menegaskan, kegiatan positif seperti Nuzulul Quran harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Baginya, Nuzulul Quran adalah peristiwa penting di bulan Ramadhan karena di situlah Al-Quran diturunkan kepada Nabi SAW.

 “Alhamdulillah, rangkaian kegiatan Nuzulul Quran di Kraksaan selain khataman di puluhan masjid yang dibacakan hafidz untuk khotmil Quran, juga digelar pembagian santunan kepada ribuan kaum dhuafa. Semoga kita semua mendapatkan syafaat dari Allah,” tukasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 1.000 orang ini terasa sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya tahun ini hadir Qori Terbaik Internasional tahun 2017 di Iran Ustadz H Ihsan Nuzula dari Sumatera Barat, Qoriah Terbaik Nasional tahun 2014 di Batam Ustadzah Hj. Anisaul Malihah dari Surabaya serta Qori dan Qoriah Terbaik Kabupaten Probolinggo.

 
Hasan yang juga suami Bupati Tantri mengatakan, zaman sekarang sudah banyak menganut aqidah finansial atau hubbud dunya, sehingga mempengaruhi hablun minallah dn hablun minannas.

“Terkait Nuzul Quran, Al-quran diturunkan Allah sebagai pedoman hidup. Karenanya kita harus mencintai Al-quran, dan mengajak anak cucu untuk mencintai Al-quran pula. Sekarang qori’ dan qori’ah di Kabupaten Probolinggo sudah banyak, dulu jarang sekali. Karena itu, dulu para camat saya perintahkan untuk mengirim qori’ dan qori’ah dalam MTQ Kabupaten Probolinggo,” katanya. (afa)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan