TIM SABER PUNGLI: Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat melantik tim Saber Pungli yang beranggotakan dari lintas instansi, Senin (23/1). (Duta.co/Siti Noer Aini)
TIM SABER PUNGLI: Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat melantik tim Saber Pungli yang beranggotakan dari lintas instansi, Senin (23/1). (Duta.co/Siti Noer Aini)

PONOROGO | Duta.co – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menengarai sekolah di Ponorogo menjadi tempat paling rawan terjadinya pungutan liar (Pungli). Selain itu, layanan publik yang diduga menjadi sasaran empuk pungli akan menjadi target incaran Unit Saber Pungli.

Komitmen tersebut disampaikan bupati saat melantik tim Saber Pungli, yang sebelumnya telah ditertibkan SK pembentukan tim Saber Pungli pada 4 Januari lalu. “Harus ada target yang dibidik (Tim Saber Pungli),” tegas Bupati Ipong, saat mengukuhkan 60 orang dari pejabat Pemkab Ponorogo, Polres, Kodim, dan Kejaksaan Negeri Ponorogo, sebagai satgas Unit Saber Pungli, Senin (23/1).

Satgas yang dikomandoi oleh Wakapolres Ponorogo Kompol Saswito ini, diharapkan segera bekerja dan menyikat bersih pungli yang ada di Bumi Reyog. Pihaknya tidak ingin Saber Pungli hanya ceremonial tanpa adanya kegiatan bersih-bersih pungli.

“Setelah ini rakor seluruh unit satgas mulai intelijen, pencegahan, penindakan dan yustisi. Rencana ke depan ada TO (target operasi) dan OTT (operasi tangkap tangan), dan jangan hanya sebatas cermonial tapi ada kegiatan,” kata Kompol Saswito usai dikukuhkan kemarin.

Saswito mengaku, saat ini timnya sudah memiliki banyak target, tinggal melakukan pemetaan saja. Diakui pembenahan internal, ke dalam kesatuannya (Polres Ponorogo) sudah lebih dulu dilakukan sebelum tim dikukuhkan. “Mulai dari Intel, Satlantas, Reskrim, Samsat sudah kita lakukan lebih awal untuk bersih-bersih pungli,” imbuhnya.

Sementara Bupati Ponorogo selaku penanggung jawab mengatakan, Satker Pemkab khususnya pelayanan publik mulai dari perijinan, pendidikan, kesehatan, Dukcapil hingga pengadaan barang dipastikan ada pungli. Namun dari sekian SKPD tersebut, diakui Bupati, yang terbanyak pungli ada di pendidikan (sekolah).

Sebab pembiyaan sekolah yang selama ini dilakukan oleh tiga pihak, yakni sekolah, pemerintah dan masyarakat selalu ada pungutan. Dari pungutan inilah, apakah wajar atau bisa masuk kategori pungli, maka diperlukan pengawasan dan dibuat parameternya.

“Tapi untuk paramaternya apakah itu masuk ketegori pungli atau tidak, maka tim yang akan menentukan. Dan saya yakin pendidikan ini paling banyak punglinya, disamping perijinan, Dukcapil dan juga pelayanan kesehatan, atau bahkan BKD (Badan Kepegawaian Daerah),” ujar Ipong Muchlissoni usai mengukuhkan Unit Saber Pungli kemarin.

Namun demikian, Ipong berharap, pejabat yang masuk ke dalam tim Saber Pungli tidak menjadikan ‘jabatannya’ untuk menekan seseorang, dengan mencari-cari kesalahan orang lain untuk ditindak. “Dengan jabatan hindari untuk mempresure, cari-cari kesalahan yang tidak dilakukan,” tegasnya.

Tim yang beranggotankan 60 orang ini lansung bekerja begitu dilantik. Dengan sekretariat dan protap yang sudah ditentukan pula dalam Skep Bupati tersebut. * sna

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry